infosatu.co
PEMERINTAH

Sorotan Komentar Dokter di Medsos, Inspektorat Samarinda Tunggu Laporan RSUD IA Moeis

Teks: Plt Inspektorat Kota Samarinda Firdaus Akbar. (Infosatu.co)

Samarinda, Infosatu.co – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Kota Samarinda Firdaus Akbar menyatakan Inspektorat belum dapat menentukan sanksi terhadap dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis yang menjadi sorotan akibat komentarnya di media sosial, karena pihaknya masih menunggu laporan resmi dari rumah sakit untuk dilakukan pendalaman.

Firdaus mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan Direktur RSUD IA Moeis dan meminta agar laporan terkait persoalan tersebut segera disampaikan kepada Inspektorat. Berdasarkan keterangan Direktur, laporan disebut telah disampaikan, namun hingga pengecekan sekitar pukul 10.00 WITA, laporan tersebut belum diterima Inspektorat.

“Sudah ketemu dengan Direktur, kita sudah berikan atensi, minta rumah sakit segera melaporkan ke Inspektorat untuk kita tangani. Jadi itu posisi terakhir. Dari Direktur katanya sudah melaporkan ke Inspektorat, tapi sampai tadi saya cek, jam 10 belum ada masuk,” ujar Firdaus, kamis 6 Agustus 2026.

Terkait kemungkinan sanksi, Firdaus menegaskan pihaknya belum dapat berandai-andai sebelum persoalan tersebut didalami. Inspektorat akan melihat apakah terdapat unsur kesengajaan, kelalaian, atau faktor lainnya.

“Saya belum bisa berandai-andai. Nanti kita lihat dulu apakah ini adalah unsur kesengajaan, kelalaian, atau apa. Kan harus kita dalami juga,” katanya.

Ia mengatakan pemeriksaan nantinya akan melihat persoalan tersebut dari sisi etika dan kedisiplinan.

“Kita tetap harus lihat dari sisi etisnya, dari sisi disiplinnya,” jelasnya.

Firdaus menambahkan, apabila laporan tersebut telah diterima, Inspektorat akan segera menindaklanjutinya.

Mengenai status dokter yang bukan merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Firdaus menyebut hal tersebut tetap dapat menjadi ranah Inspektorat apabila yang bersangkutan merupakan pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Walaupun pegawai BLUD, anggarannya kan juga dari Pemerintah Kota. Jadi bisa juga,” ungkapnya.

Firdaus menyebut, sejauh yang diketahuinya, persoalan tersebut merupakan kasus pertama.

“Ini setahu saya baru pertama ini,” katanya.

Ia pun mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

“Makanya saya berpesan ke teman-teman ASN, hati-hatilah kalau bermain di medsos. Bijak-bijaklah. Hati, kepala boleh panas, tapi tangan jangan diwujudkan,” pungkasnya.

Related posts

Mal Lembuswana Berganti Pengelola Setelah 30 Tahun Berdiri, Revitalisasi dan Penjaringan Investor Disiapkan

Rizki

Kaltim dan Jateng Teken Kerja Sama, Batu Bara hingga Material IKN Masuk Kesepakatan

Rizki

Rutan Samarinda Overkapasitas, Lapas Bayur Berkapasitas 2.000 Narapidana Disiapkan

Rizki