infosatu.co
KESEHATAN

Baru 300 Ribu Warga Jalani CKG, Pemeriksaan Massal Pelajar Disiapkan Dongkrak Partisipasi

Teks: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan pemeriksaan kesehatan massal bagi pelajar sebagai upaya mendongkrak partisipasi masyarakat dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Langkah itu ditempuh setelah capaian program tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan hingga saat ini baru sekitar 300 ribu warga yang telah memanfaatkan layanan CKG. Padahal, berdasarkan proyeksi, jumlah peserta seharusnya sudah mencapai 800 ribu hingga 900 ribu orang.

“Artinya capaian kita masih sangat sedikit. Seharusnya dari hitungan kita, sudah lebih dari 800 ribu atau 900 ribu orang yang datang ke puskesmas,” ujar Jaya, Rabu, 29 Juli 2026.

Untuk meningkatkan partisipasi, Dinkes Kaltim mengubah pendekatan dari yang semula pasif menjadi lebih proaktif melalui strategi jemput bola. Salah satu sasaran terdekat adalah kalangan pelajar yang akan mengikuti pemeriksaan kesehatan massal.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung besok, 30 Juli 2026 di Kantor Gubernur Kalimantan Timur dengan melibatkan anak-anak sekolah dari berbagai wilayah.

“Nanti, untuk memperingati momen Hari Anak Nasional, kita akan undang anak-anak sekolah dan kita lakukan pemeriksaan kesehatan di sini. Ini menjadi penting agar partisipasi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, bisa meningkat,” katanya.

Selain menyasar pelajar, strategi jemput bola juga telah diterapkan di rumah tahanan (Rutan) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Kota Samarinda.

Pemeriksaan kesehatan di lokasi tersebut dipadukan dengan skrining Tuberkulosis (TBC), dan ke depan akan diperluas ke Rutan dan Lapas di kabupaten/kota lain di Kaltim.

Jaya menjelaskan, perubahan strategi dilakukan karena pendekatan sebelumnya yang mengandalkan masyarakat datang sendiri ke puskesmas dinilai belum efektif meningkatkan cakupan pemeriksaan.

“Kalau kita hanya mengandalkan program yang di-launching Pak Presiden kemarin, sifatnya kan hanya pasif. Partisipasi masyarakat untuk datang sendiri ke puskesmas sepertinya masih kurang,” ungkapnya.

Ia menegaskan, strategi jemput bola akan terus diperluas agar target pemeriksaan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur dapat tercapai sesuai rencana pemerintah.

“Target kita sampai dengan tahun 2030, seluruh warga di Kalimantan Timur yang berjumlah sekitar 4 juta jiwa ini harus sudah dilakukan pemeriksaan semuanya,” pungkasnya.

Related posts

Edukasi Kesehatan Reproduksi Sejak Remaja Jadi Fondasi Tekan Kematian Ibu di Kaltim

Emmy Haryanti

Dinkes Kaltim Usulkan Anggaran Rp2,38 Triliun untuk 2027, Mayoritas Dialokasikan ke BLUD

Rizki

Deteksi Terlambat Penyebab Utama Kematian HIV di Samarinda

Emmy Haryanti