infosatu.co
KESEHATAN

Capaian Skrining HIV 2025 Tembus 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Evaluasi Kemenkes

Teks: Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Ismed Kusasih. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Keberhasilan Kota Samarinda mencapai 99,8 persen target skrining HIV pada 2025 mengantarkan daerah ini menjadi salah satu lokasi supervisi dan analisis kualitatif Program HIV/AIDS oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan keberhasilan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan meski dijalankan dengan keterbatasan anggaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan tim dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes datang untuk melihat secara langsung strategi yang diterapkan Pemkot Samarinda hingga mampu mencapai target tersebut.

“SPM pengendalian HIV kita pada 2025 mencapai 99,8 persen, hampir 100 persen. Dengan anggaran yang tidak terlalu besar tetapi capaiannya baik, itu yang menjadi salah satu alasan Kementerian Kesehatan datang ke Samarinda,” ujarnya usai menerima kunjungan supervisi Kemenkes RI, Selasa, 21 Juli 2026.

Ia menjelaskan, indikator utama yang dinilai dalam SPM pengendalian HIV adalah cakupan skrining terhadap kelompok sasaran. Dari target sekitar 49 ribu orang pada tahun lalu, hampir seluruhnya berhasil menjalani pemeriksaan sehingga capaian mendekati 100 persen.

Menurut Ismed, deteksi dini menjadi langkah penting dalam menekan angka kematian akibat HIV. Semakin cepat seseorang mengetahui status kesehatannya, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan sehingga risiko berkembang menjadi kondisi yang lebih berat dapat ditekan.

“Prinsipnya semakin banyak yang diskrining, semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula diobati. Itu menjadi salah satu cara paling efektif untuk menekan risiko kematian akibat HIV,” katanya.

Hingga Mei 2026, pelaksanaan skrining HIV di Samarinda disebut masih berada pada jalur yang sesuai target. Dari sekitar 19 ribu orang yang telah menjalani pemeriksaan, ditemukan sekitar 180 kasus HIV dan lebih dari 140 orang telah menjalani terapi.

Ismed menegaskan seluruh layanan pengobatan HIV tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk pemerintah. Identitas pasien juga dijamin kerahasiaannya sehingga masyarakat tidak perlu ragu memanfaatkan layanan tersebut.

“Kami berharap masyarakat tidak takut menjalani skrining. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk dikendalikan melalui pengobatan. Yang harus dijauhi adalah penyakitnya, bukan orangnya,” pungkasnya.

Related posts

Bontang Jadi Lokus Pembinaan Kemenkes untuk Pengelolaan Limbah Medis

Rizki

Gemar Minuman Manis? Waspadai Risiko Diabetes hingga Penyakit Jantung

Emmy Haryanti

Jangan Jauhi ODHIV, HIV Bisa Dikendalikan dengan Pengobatan

Rizki