Samarinda, Infosatu.co – Kepastian anggaran untuk keikutsertaan Kota Samarinda pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 hingga kini belum diperoleh. Kondisi tersebut mendorong Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Samarinda meminta dukungan DPRD Kota Samarinda agar proses penganggaran segera mendapatkan kejelasan.
Bendahara KONI Samarinda Nur Zaid mengatakan, pihaknya telah menyampaikan program kerja dan kebutuhan anggaran sejak akhir 2025. Usulan tersebut kemudian diperkuat kembali melalui surat yang disampaikan pada 19 Juli 2026.
“Kami datang meminta dukungan DPRD agar ada kejelasan terkait keikutsertaan Samarinda sebagai peserta Porprov Paser 2026. Soal berapa besar anggaran dan kapan dicairkan, itu sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah,” ungkapnya, Senin 20 Juli 2026.
Menurut Nur Zaid, angka sekitar Rp10 miliar yang beredar selama ini bukan nilai yang sudah diputuskan, melainkan hanya salah satu skenario kebutuhan anggaran berdasarkan proyeksi jumlah kontingen.
“Itu masih pengajuan. Kami tidak bisa memaksakan harus sebesar itu. Kami membuat beberapa asumsi sesuai kebutuhan,” ucapnya.
Ia menjelaskan pencairan anggaran idealnya dapat dilakukan pada Agustus agar persiapan kontingen tidak terganggu. Namun, keputusan tersebut tetap bergantung pada mekanisme penganggaran pemerintah.
“Kami hanya menyampaikan waktu yang ideal. Apakah bisa direalisasikan atau tidak, itu menjadi kewenangan pihak terkait,” jelasnya.
Nur Zaid menambahkan, pengelolaan anggaran KONI juga mengikuti mekanisme Sistem Pengelolaan Daerah (SPD), sehingga dana tidak diterima langsung oleh KONI, melainkan melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda sebagai organisasi perangkat daerah yang menaungi KONI.
Ia berharap pembahasan anggaran melalui rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD, BPKAD, dan pemerintah kota dapat menghasilkan kepastian sehingga persiapan menuju Porprov tidak semakin mepet.
