Samarinda, Infosatu.co – Upaya penanganan stunting di Kota Samarinda mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan data terbaru Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM), prevalensi stunting berhasil ditekan hingga berada di kisaran 17 persen, turun dari sekitar 20 persen pada tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan capaian tersebut mencerminkan hasil dari berbagai program penanganan stunting yang dijalankan secara terpadu oleh pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah angka stunting kita turun. Berdasarkan data PPGBM yang real, capaian kita sudah berada di angka 17 persen lebih. Kalau dibandingkan tahun sebelumnya masih di kisaran 20 persen,” ujarnya, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurut Ismed, penurunan itu tidak lepas dari penguatan intervensi gizi, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi yang terus diberikan kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa awal kehidupan.
Meski menunjukkan perkembangan positif, Dinkes memastikan berbagai upaya percepatan penurunan stunting tetap menjadi prioritas agar tren tersebut dapat terus dipertahankan.
Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah mengoptimalkan sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah mulai mengarahkan program tersebut kepada kelompok yang dinilai paling rentan mengalami persoalan gizi, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Ismed menjelaskan, manfaat MBG bagi anak sekolah membutuhkan waktu untuk dapat terlihat. Karena itu, pemerintah melakukan penyesuaian sasaran agar intervensi gizi bisa diberikan lebih dini, bahkan sejak masa kehamilan.
“Sekarang fokusnya diarahkan ke kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Harapannya, pemenuhan gizi dapat dilakukan sejak awal sehingga risiko stunting pada anak bisa dicegah sedini mungkin,” pungkasnya.
