infosatu.co
PENDIDIKAN

Pendidikan Antikorupsi Masuk MPLS, Samarinda Perkuat Karakter Siswa Sejak Hari Pertama

Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Pendidikan karakter dinilai perlu dimulai sejak hari pertama peserta didik memasuki sekolah. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 untuk menanamkan nilai integritas, kejujuran dan antikorupsi kepada siswa baru.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti mengatakan, MPLS merupakan momentum yang tepat untuk membentuk karakter peserta didik.

Menurutnya, pendidikan integritas tidak seharusnya diberikan saat seseorang telah menjadi aparatur sipil negara (ASN), melainkan sejak masih menempuh pendidikan dasar dan menengah.

“Kami memanfaatkan momen MPLS untuk menanamkan nilai-nilai integritas dan berakhlak. Pembangunan karakter paling tepat dimulai sejak SD dan SMP, karena pada usia itu pembentukan karakter sedang berlangsung,” ungkapnya Senin, 13 Juli 2026.

Melalui Program Inspektorat Goes to School, Pemkot Samarinda mulai memasukkan materi integritas dan antikorupsi ke dalam rangkaian MPLS. Program tersebut diawali di SMPN 22 Samarinda dan akan dilaksanakan secara bertahap di sekolah-sekolah lain.

Neneng menjelaskan, nilai Berakhlak selama ini lebih dikenal sebagai budaya kerja ASN. Namun, pemerintah ingin nilai tersebut dikenalkan lebih awal agar peserta didik terbiasa menjunjung kejujuran, tanggung jawab, dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita ingin mendapatkan ASN yang berakhlak, tentu bibitnya harus dipersiapkan dari sekarang. Karena itu kami ingin menanamkan nilai integritas kepada anak-anak sejak dini agar lahir generasi unggul bagi Samarinda,” terangnya.

Sebagai informasi, tahun ini sasaran program juga diperluas. Jika sebelumnya lebih banyak menyentuh sekolah di pusat kota, kini kegiatan diarahkan ke sekolah-sekolah di wilayah pinggiran termasuk kawasan Bantuas, dan sejumlah wilayah river zone yang menjadi kewenangan Pemkot Samarinda.

Related posts

Ketimpangan Kuota SPMB Jadi PR Besar, Dewan Soroti Sebaran Daya Tampung SMPN

Emmy Haryanti

Disdikbud Kaltim Tegaskan Kelulusan SPMB Bisa Dibatalkan Jika Dokumen Tak Valid

Emmy Haryanti

Kemensos Pastikan 270 Siswa Baru Siap Tempati Sekolah Rakyat di Palaran

Rizki