Samarinda, Infosatu.co – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Samarinda masih menyisakan sejumlah persoalan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ketidakseimbangan antara daya tampung SMPN dengan jumlah lulusan sekolah dasar (SD) di beberapa rayon.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi karena memicu masih adanya calon peserta didik yang belum memperoleh kursi di sekolah negeri.
Menurutnya, permasalahan utama bukan semata-mata proses seleksi, melainkan distribusi kuota yang belum merata. Di sejumlah wilayah, jumlah lulusan SD jauh lebih besar dibandingkan kapasitas SMP negeri yang tersedia sehingga banyak siswa harus bersaing memperebutkan kursi yang terbatas.
“Di beberapa rayon memang jumlah kuota SMP negeri tidak sebanding dengan jumlah lulusan SD. Ini yang perlu disikapi ke depan, apakah dengan menambah ruang belajar atau sekolah di titik tertentu,” kata Novan.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap sebaran daya tampung sekolah negeri agar pelaksanaan SPMB pada tahun berikutnya lebih proporsional dengan jumlah lulusan di setiap rayon.
Meski demikian, DPRD belum dapat memetakan sekolah mana saja yang masih memiliki sisa kursi. Pendataan baru bisa dilakukan setelah seluruh tahapan daftar ulang peserta didik selesai sehingga ketersediaan daya tampung riil dapat diketahui.
Di sisi lain, Novan mengakui keterbatasan kemampuan fiskal daerah juga menjadi tantangan dalam mengatasi persoalan daya tampung. Kondisi tersebut membuat pembangunan sekolah baru belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Karena itu, pemerintah perlu mengkaji alternatif lain yang tetap sesuai dengan ketentuan Kementerian Pendidikan, termasuk penambahan ruang belajar atau rombongan belajar (rombel) di sekolah yang masih memungkinkan.
“Terpenting pada prinsipnya mereka bisa tertampung di sekolah negeri di Samarinda,” tegas Novan.
