Samarinda, Infosatu.co – Tingkat hunian hotel di Kalimantan Timur (Kaltim) hingga pertengahan 2026 masih berada di kisaran 50 persen.
Meski menunjukkan tren peningkatan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, angka tersebut dinilai belum cukup untuk menandakan pulihnya industri perhotelan secara menyeluruh.
Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kaltim Hendri Kurniawan mengatakan sepanjang semester pertama 2026 tingkat okupansi hotel masih berkisar 50 persen.
Capaian tersebut menurutnya masih sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
“Selama semester pertama tahun ini tingkat hunian hotel masih berada di kisaran 50 persen. Memang ada peningkatan, tetapi jika dibandingkan tahun lalu kondisinya masih sedikit lebih rendah,” katanya Kamis, 9 Juli 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim juga memperlihatkan kondisi serupa. Pada April 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat sebesar 50,26 persen.
Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih berada pada level yang relatif sama dengan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Hendri, kondisi itu menunjukkan industri perhotelan masih menghadapi tantangan untuk kembali ke tingkat okupansi yang lebih ideal.
“Karena itu pelaku usaha berharap aktivitas perjalanan dinas, wisata, maupun berbagai agenda berskala besar dapat meningkat pada semester kedua tahun ini,” ungkapnya.
Ia optimistis sejumlah agenda yang akan digelar di Kaltim dalam beberapa bulan mendatang, dapat menjadi momentum untuk mendorong peningkatan tingkat hunian hotel.
“Kami berharap okupansi bisa terus meningkat pada semester kedua sehingga kondisi industri perhotelan semakin membaik,” tutupnya.
