Bontang, Infosatu.co – Menikmati hidangan laut sambil memandang hamparan laut lepas dan matahari terbenam menjadi pengalaman yang ditawarkan Jimbaran Cafe, salah satu destinasi kuliner paling unik di Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Berbeda dengan kafe pada umumnya, Jimbaran Cafe berdiri di atas laut di kawasan pesisir Bontang Kuala. Lokasinya yang berada di ujung jembatan kayu khas perkampungan nelayan membuat tempat ini menghadirkan suasana yang tenang sekaligus eksotis, terutama saat sore hingga malam hari.
Tak heran jika Jimbaran Cafe kerap menjadi tujuan wisatawan maupun warga lokal yang ingin menikmati suasana santai sembari mencicipi aneka hidangan khas pesisir.
Jimbaran Cafe berlokasi di Jalan Batu Sahas, RT 20, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara.
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata Kota Bontang karena memiliki permukiman di atas laut yang terhubung oleh jembatan kayu panjang. Dari kafe ini, pengunjung dapat menikmati panorama laut, lalu lintas perahu nelayan, hingga deretan lampu yang menghiasi kawasan pesisir saat malam tiba.
Sajian Seafood dan Kuliner Khas Bontang
Sebagai kafe yang berada di kawasan pesisir, menu andalan Jimbaran Café didominasi hidangan laut segar atau seafood.

Salah satu menu yang banyak diburu pengunjung adalah Gami Bawis, makanan khas Bontang berupa ikan bawis yang disajikan bersama sambal khas di atas cobek tanah liat panas. Sensasi sambal yang masih mendidih saat disajikan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat kuliner.
Selain menu seafood, tersedia pula berbagai makanan ringan seperti roti bakar, pisang bakar, hingga beragam pilihan kopi dan minuman lainnya yang cocok dinikmati sambil bersantai.
Cara Menuju Jimbaran Cafe
Untuk mencapai Jimbaran Cafe, pengunjung harus menuju kawasan wisata Bontang Kuala terlebih dahulu.
Saat ini, wisatawan yang masuk ke kawasan tersebut dikenakan retribusi sebesar Rp5 ribu per kendaraan.
Karena lokasi kafe berada di ujung kawasan Bontang Kuala dan tidak dapat diakses mobil hingga ke depan kafe, pengunjung yang datang berkelompok disarankan memanfaatkan angkutan roda tiga yang tersedia.
Selain lebih praktis, satu kendaraan roda tiga dapat mengangkut sekitar empat hingga enam penumpang sehingga biaya retribusi dan transportasi menjadi lebih hemat dibanding masing-masing menggunakan sepeda motor.
Nantinya, pengunjung akan turun di sekitar Cafe, kemudian dapat dilanjutkan melalui jalur kayu khas Bontang Kuala yang membentang di atas laut. Tak jauh dari titik pemberhentian.
Waktu Terbaik Berkunjung
Jimbaran Cafe umumnya mulai beroperasi pada sore hari sekitar pukul 16.00 hingga tengah malam.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah menjelang senja. Pada jam tersebut, pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbenam langsung dari atas laut sambil menikmati hidangan yang disajikan.
Sementara pada malam hari, suasana berubah menjadi lebih hangat dengan cahaya lampu yang memantul di permukaan laut dan semilir angin pesisir yang menambah kenyamanan.
Fasilitas yang Cukup Lengkap
Meski berada di atas laut, fasilitas yang tersedia terbilang memadai. Pengunjung dapat menggunakan musala, toilet, serta area makan yang didominasi konstruksi kayu sehingga menciptakan suasana hangat dan alami.
Kafe ini juga kerap menjadi lokasi pilihan untuk acara keluarga, pertemuan komunitas, hingga kegiatan perusahaan karena menawarkan suasana yang berbeda dibanding tempat makan pada umumnya.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Bontang, Jimbaran Cafe bisa menjadi salah satu destinasi yang layak masuk daftar kunjungan. Perpaduan kuliner khas pesisir, panorama laut, dan suasana kampung atas air menjadikan tempat ini menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di lokasi lain.
