infosatu.co
PEMERINTAH

Andi Harun Sebut Kabel Jembatan Achmad Amins Dicuri Maling

Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri memberi penjelasan soal lampu Jembatan Mahkota II yang padam. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Wali Kota Samarinda Andi Harun membantah anggapan bahwa padamnya lampu penerangan di Jembatan Achmad Amins (Mahkota II) disebabkan tidak tersedianya anggaran.

Ia menegaskan persoalan tersebut dipicu oleh pencurian kabel dan utilitas penerangan yang terjadi setelah APBD berjalan ditetapkan.

Menurut Andi Harun, hilangnya kabel membuat sistem penerangan tidak dapat berfungsi. Karena kejadian itu berlangsung saat anggaran tahun berjalan sudah disahkan, pemerintah kota tidak bisa serta-merta mengalokasikan dana penggantian di luar mekanisme penganggaran yang berlaku.

“Persoalannya bukan karena tidak ada anggaran, tetapi utilitas penerangannya dicuri,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, pengadaan kabel dan fasilitas penerangan yang hilang baru dapat diusulkan melalui APBD 2027. Sementara itu, proses hukum terhadap pelaku pencurian telah berjalan dan pelakunya sudah diamankan aparat.

Meski demikian, kabel yang dicuri telah dijual sehingga tidak dapat digunakan kembali untuk memulihkan sistem penerangan di jembatan tersebut.

Andi Harun juga mengungkapkan bahwa aksi pencurian kabel bukan hanya terjadi di Jembatan Achmad Amins. Kasus serupa turut ditemukan di sejumlah titik lain di Samarinda, termasuk di kawasan Jalan Pahlawan, dekat Pasar Segiri.

Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum agar aset pemerintah tidak kembali menjadi sasaran pencurian yang berujung terganggunya pelayanan kepada masyarakat.

Terkait pernyataan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang menyinggung persoalan anggaran, Andi Harun menegaskan tidak mempermasalahkan jika Pemerintah Provinsi Kaltim ingin memberikan dukungan pendanaan bagi pembangunan di Samarinda.

Ia menyatakan Pemkot Samarinda terbuka terhadap bantuan dari pemerintah provinsi mengingat kebutuhan anggaran pembangunan daerah masih cukup besar.

“Dukungan itu tentu akan mempercepat penyediaan infrastruktur dan pelayanan publik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Related posts

Hasil Audit Dugaan Pelanggaran ASN Disdag Terkait Pasar Pagi Sudah Sampai ke Wali Kota

Rizki

Warga Diminta Tak Masuk Teras Samarinda Tahap II

Emmy Haryanti

Data Tak Akurat Hambat Kebijakan, Satpol PP Kaltim Minta OPD Benahi Pengelolaan

Emmy Haryanti