Bontang, Infosatu.co – Kota Bontang kembali bersiap menjadi tuan rumah ajang olahraga melalui gelaran Pickleball Tournament Bontang Open 2026 yang akan berlangsung pada 18-21 Juni 2026 di Lapangan Tenis Bessai Berinta.
Turnamen yang digelar oleh Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kota Bontang tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan olahraga pickleball kepada masyarakat sekaligus mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Ketua IPF Kota Bontang Rustam mengatakan perkembangan olahraga pickleball di Bontang menunjukkan tren yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Minat masyarakat yang terus meningkat menjadi modal penting untuk memperluas pembinaan dan kompetisi olahraga tersebut.
“Pickleball saat ini mulai diminati berbagai kalangan. Tidak hanya anak muda, tetapi juga orang dewasa hingga lansia. Sebab sifatnya yang inklusif, kami optimistis olahraga ini bisa berkembang pesat di Bontang,” ujarnya, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Rustam, turnamen ini juga menjadi sarana memperkenalkan pickleball kepada masyarakat yang belum mengenal olahraga tersebut. Melalui berbagai kategori pertandingan yang dipertandingkan, masyarakat dapat menyaksikan langsung permainan yang memadukan unsur tenis, bulu tangkis, dan tenis meja.
Panitia membuka delapan kategori pertandingan, yakni ganda mix pelajar, ganda putra open, ganda putri open, ganda mix open, ganda putra usia 35 tahun ke atas, ganda putra usia 50 tahun ke atas, serta kategori intermediate putra dan putri internal.
Salah satu bentuk dukungan terhadap pembinaan atlet muda ditunjukkan dengan kebijakan gratis biaya administrasi bagi peserta kategori ganda mix pelajar.
“Kami ingin memberi ruang lebih besar kepada pelajar untuk berkompetisi. Dari turnamen seperti inilah nantinya lahir atlet-atlet potensial yang bisa mengharumkan nama Bontang di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Rustam menilai pembinaan sejak usia dini menjadi kunci penting apabila Bontang ingin menjadi daerah yang diperhitungkan dalam cabang olahraga pickleball. Karena itu, keterlibatan pelajar dalam turnamen ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menjaring bibit-bibit atlet potensial.
Selain berorientasi pada prestasi, turnamen tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi dan pariwisata daerah. Kehadiran atlet, ofisial, serta pendamping dari berbagai daerah dinilai mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat selama pelaksanaan kegiatan.
Menurut Rustam, Bontang memiliki sarana olahraga yang memadai dan berpotensi menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga tingkat regional maupun nasional.
“Kami berharap melalui event-event seperti ini, Bontang semakin dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan pickleball di Kaltim. Ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan,” tutupnya.
