infosatu.co
PENDIDIKAN

Dobrak Batas Sekat Kampus, Unmul Pelopori KKN Kolaborasi 2026 Bersama 9 Perguruan Tinggi

Teks: Tangkapan layar Youtube Unmul TV terkait dengan KKN Kolaborasi. (Youtube Unmul TV)

Samarinda, Infosatu.co – Pola pengabdian masyarakat di Kalimantan Timur resmi memasuki babak baru yang lebih progresif. Universitas Mulawarman (Unmul) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) secara resmi meluncurkan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi 2026. Gerakan ini menjadi momentum penting karena Unmul bertindak sebagai pelopor yang menyatukan sembilan perguruan tinggi di lingkup Kalimantan Timur dalam satu visi pengabdian.

​Langkah strategis ini menandai pergeseran besar dalam sistem pendidikan tinggi lokal. Jika pada tahun-tahun sebelumnya setiap kampus berjalan sendiri-sendiri dengan ego sektoralnya, KKN Kolaborasi kali ini sengaja dirancang untuk melebur sekat antar-almamater demi menghadirkan dampak pembangunan desa yang lebih terarah, inovatif, dan berkelanjutan.

​Berdasarkan linimasa resmi kampus tersebut, program yang diperkirakan bakal diikuti oleh total sekitar 5.500 mahasiswa gabungan ini tengah memasuki fase pembekalan intensif pada Juni 2026, sebelum akhirnya diterjunkan langsung ke sekitar 550 hingga 600 lokasi desa sasaran pada Juli hingga Agustus mendatang.

​Perubahan paling radikal pada KKN Kolaborasi tahun ini terletak pada perombakan esensi program kerja di lapangan. Pihak panitia secara tegas ingin memutus rantai kebiasaan lama mahasiswa yang kerap terjebak pada program-program fisik seremonial yang minim dampak jangka panjang bagi warga desa.

​Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua P2M-KKN Universitas Mulawarman Kiswanto dalam podcast yang ditayangkan di Youtube Unmul TV. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat mengemban misi yang jauh lebih berbobot.

​”KKN tidak lagi bicara soal bikin plang jalan, ngecat gapura, panitia 17-an gitu. Kalaupun itu ada, sifatnya hanya membantu. Tetapi KKN esensinya adalah menyelesaikan permasalahan di desa,” tegas Pak Kiswanto.

​Sebagai gantinya, pihak panitia KKN Unmul tahun ini menerapkan sistem intervensi baru berupa “Program Prioritas”. Begitu mahasiswa tiba di lokasi penempatan, mereka langsung dibekali dengan daftar masalah konkret dari dinas pemerintahan terkait dan pihak desa yang wajib diselesaikan dalam kurun waktu 30 hingga 40 hari masa pengabdian.

​Kehadiran mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi berbeda di mana Unmul menjadi porsi dominan dengan mengirimkan sekitar 6 hingga 7 mahasiswa per kelompok diharapkan mampu melahirkan transfer ilmu yang kaya. Variasi disiplin ilmu dan kultur akademik dari masing-masing kampus akan dipaksa berkolaborasi merumuskan solusi nyata bagi kebutuhan literasi dan tantangan sosial di pedesaan Kalimantan Timur.

​Sinergi yang digalang bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim ini menjadi ujian nyata bagi kedewasaan emosional mahasiswa di luar ruang kelas.

​”Esensi dari KKN itu kan sebenarnya satu: belajar untuk bekerja berkelompok. Yang penting adalah ego pribadi itu harus dikalahkan, kita harus mengutamakan ego kelompok untuk jalan bersama-sama,” pungkas Kiswanto mengingatkan esensi utama pengabdian.

Related posts

Kuota Afirmasi SDN 015 Samarinda Ramai Peminat, Pendaftaran SPMB Mulai Dibuka

Emmy Haryanti

KPK Ingatkan Risiko Pungli SPMB, Disdikbud Samarinda Perkuat Pengawasan hingga Sekolah

Emmy Haryanti

Disdikbud Kaltim Perketat Pengawasan SPMB 2026, Pungli dan Titipan Siswa Jadi Sorotan

Emmy Haryanti