Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menggenjot peningkatan fasilitas olahraga sebagai langkah strategis mendongkrak prestasi atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB dan NTT. Fokus utama diarahkan pada pembangunan dan renovasi sarana latihan yang dinilai masih belum optimal.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengungkapkan, sejumlah proyek sudah masuk dalam rencana pembangunan, termasuk perbaikan kolam renang di Stadion Utama Kaltim Palaran hingga pembangunan gedung khusus cabang olahraga (cabor) di kawasan Gelora Kadrie Oening Sempaja.
“Di Palaran kita akan perbaiki kolam renang agar sesuai standar internasional. Kemudian di Sempaja akan dibangun gedung karate dan fasilitas gulat,” ujar Seno, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menilai, keterbatasan fasilitas selama ini menjadi salah satu faktor yang menghambat peningkatan prestasi atlet Kaltim. Tanpa sarana latihan yang memadai dan sesuai standar, sulit bagi atlet untuk bersaing dengan daerah lain yang memiliki dukungan infrastruktur lebih lengkap.
Rencana pembangunan tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah yang saat ini masih dalam kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, pemerintah berharap alokasi anggaran untuk sektor olahraga tidak mengalami pemangkasan, bahkan dapat ditingkatkan.
“Kita tetap mempertimbangkan efisiensi, tapi mudah-mudahan anggaran tidak berkurang. Kalau bisa justru kita tingkatkan untuk mendukung prestasi,” katanya.
Langkah pembenahan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya mengejar target lima besar pada PON 2028. Pada PON sebelumnya, Kaltim mengalami fluktuasi peringkat. Di PON Papua, Kaltim berada di posisi tujuh dengan 25 medali emas, sementara di PON Aceh turun ke peringkat delapan meski jumlah emas meningkat menjadi 29.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan jumlah medali belum berbanding lurus dengan posisi klasemen, sehingga dibutuhkan strategi yang lebih terarah, termasuk melalui penguatan infrastruktur olahraga.
Selain pembangunan fisik, Seno juga menekankan pentingnya stabilitas organisasi di tubuh KONI Kaltim. Ia berharap kepemimpinan baru dapat berjalan tanpa konflik internal agar fokus pembinaan atlet tidak terganggu.
“Yang penting ke depan tidak ada friksi. Harus solid agar pembinaan atlet bisa maksimal,” tegasnya.
Dengan kombinasi antara peningkatan fasilitas dan konsolidasi organisasi, Pemprov Kaltim berharap mampu menciptakan ekosistem olahraga yang lebih kompetitif dan berkelanjutan, sehingga target lima besar di PON 2028 bukan sekadar wacana, melainkan capaian realistis.
