Bontang, Infosatu.co – Program seragam sekolah gratis yang dijalankan Pemerintah Kota Bontang tidak hanya bertujuan meringankan beban biaya pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Sebanyak 600 penjahit dilibatkan dalam proses produksi seragam untuk siswa SD dan SMP pada tahun ajaran 2026/2027.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menyebut proses produksi telah berjalan seiring pelaksanaan pengukuran seragam di sejumlah sekolah.
Keterlibatan penjahit lokal menjadi salah satu strategi agar anggaran program dapat berputar dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha mengatakan proses produksi saat ini sudah mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Prosesnya sudah berjalan. Pengukuran sudah dilakukan dan penjahitan juga sudah mulai dikerjakan,” ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Safa, program tersebut sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi pelaku usaha jasa jahit di Kota Bontang karena jumlah pesanan yang cukup besar menjelang tahun ajaran baru.
Selain seragam sekolah, pemerintah juga tengah mempersiapkan pengadaan perlengkapan sekolah lainnya berupa tas dan sepatu yang akan disalurkan kepada siswa penerima manfaat.
“Harapannya semua bisa selesai tepat waktu sehingga dapat segera disalurkan kepada siswa,” katanya.
Ia menjelaskan, program seragam gratis tahun ini menyasar siswa di sekolah negeri maupun swasta. Karena itu, proses produksi dan distribusi harus dilakukan secara terukur agar seluruh kebutuhan peserta didik dapat terpenuhi sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Meski demikian, Disdikbud menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional produksi. Namun, kondisi tersebut dipastikan tidak akan memengaruhi kualitas seragam yang diberikan kepada siswa.
“Walaupun ada kenaikan harga bahan, kualitas tetap menjadi perhatian utama,” jelas Safa.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Kota Bontang mengalokasikan anggaran sekitar Rp11 miliar pada tahun 2026.
Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan seragam beserta perlengkapan sekolah lainnya bagi siswa penerima manfaat.
