infosatu.co
Samarinda

Dari Kawasan Sepi Menjadi Magnet Warga, Teras Samarinda Mulai Berkontribusi ke PAD

Teks: Kawasan Teras Samarinda. (Emmi/infosatu)

Samarinda, infosatu.co – Perumda Varia Niaga Samarinda menyebut pengembangan Teras Samarinda mulai menunjukkan hasil positif. Kawasan yang sempat sepi pada awal pengoperasiannya kini berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda Syamsudin Hamade mengatakan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) muncul dari berbagai sektor yang tumbuh seiring meningkatnya aktivitas di kawasan tersebut.

Beberapa di antaranya berasal dari sektor parkir, pajak restoran, hingga kontribusi laba perusahaan daerah.

“Kalau kontribusi tentu ada. Dari parkir ada, pajak restoran juga ada yang masuk ke daerah. Kemudian kalau Perumda memperoleh keuntungan, 30 persen laba disetorkan sebagai kontribusi kepada PAD,” katanya melalui sambungan telepon, Senin 1 Juni 2026.

Syamsudin menjelaskan keberhasilan menghidupkan kawasan Teras Samarinda tidak diraih secara instan. Pada masa awal pengoperasian, pengelola harus menanggung biaya perawatan yang cukup besar, sementara jumlah pengunjung masih relatif sedikit.

Menurutnya, biaya pemeliharaan kawasan saat itu mencapai ratusan juta rupiah. Pengelola tetap harus membiayai keamanan, kebersihan, penerangan, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.

“Tahun lalu kami menghadapi kondisi yang cukup berat karena kawasan masih sepi. Tetapi biaya operasional tetap berjalan,” ungkapnya.

Berbagai evaluasi kemudian dilakukan, termasuk menghadirkan komunitas, UMKM, serta aktivitas publik yang lebih rutin. Langkah tersebut perlahan membuat kawasan semakin ramai dikunjungi masyarakat.

Kini, Teras Samarinda telah menemukan konsep yang tepat sebagai ruang publik yang mampu menggabungkan fungsi rekreasi, interaksi sosial dan pusat ekonomi masyarakat.

“Tahun ini kondisinya sudah berbeda. Alhamdulillah kami sudah mulai memperoleh keuntungan,” tuturnya.

Meski demikian, Syamsudin menilai tantangan baru mulai muncul seiring meningkatnya jumlah pengunjung. Salah satunya adalah kebutuhan lahan parkir yang semakin besar.

“Ini yang saya sebut happy problem. Masalah yang muncul karena pertumbuhan kawasan semakin baik,” tandasnya.

Related posts

Lima Kandidat Lolos Tahap Awal Pilrek Unmul, Keterwakilan Perempuan Masih Nihil

Emmy Haryanti

Bos Insitekaltim Rayakan Pertambahan Usia dengan Santuni Anak-anak Rumah Harapan

Emmy Haryanti

Ini Alasan Sapi Sulawesi dan NTT Dominasi Pasar Kurban di Kaltim

Rizki