Samarinda, infosatu.co – Wali Kota Samarinda Andi Harun menilai sistem manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah membangun birokrasi yang lebih profesional, objektif, dan bebas dari praktik titipan jabatan.
Pernyataan itu disampaikan Andi Harun saat menghadiri Acara Pengukuhan DP Korpri dan Penandatanganan Komitmen Manajemen Talenta ASN se-Wilayah Kaltim Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Lamin Etam, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Kota Samarinda, Selasa 19 Mei 2026.
Ia mengatakan Samarinda disebut menjadi daerah pertama di Kaltim yang tidak hanya berkomitmen, tetapi juga mulai mengimplementasikan sistem tersebut secara nyata.
Menurut Andi Harun, penerapan manajemen talenta merupakan arah baru reformasi birokrasi yang disiapkan negara untuk mengurangi pertimbangan subjektif dalam promosi, mutasi, dan rotasi pegawai.
“Ini sistem, ini cara, ini arah yang kita pilih dan disediakan oleh negara untuk menghilangkan atau mereduksi faktor-faktor pertimbangan subjektif dalam penempatan promosi dan mutasi pegawai,” katanya.
Ia menjelaskan, sistem tersebut dirancang agar pemerintah daerah dapat memperoleh pejabat yang benar-benar memiliki kualitas, integritas, dan kompetensi sesuai kebutuhan jabatan.
Selain itu, manajemen talenta juga mampu menekan potensi praktik suap dalam promosi jabatan maupun faktor kedekatan emosional dan primordial yang selama ini kerap menjadi sorotan dalam birokrasi. Seperti faktor orang dalam atau ordal.
“Metodologi sistem ini bisa mereduksi faktor suap-menyuap dalam promosi jabatan dan mutasi, sekaligus mengurangi penggunaan faktor kedekatan primordial dan emosional di luar pertimbangan objektivitas, rasionalitas, dan integritas,” tegasnya.
Ia optimistis, semakin cepat sistem tersebut diterapkan secara jujur dan konsisten, maka kualitas pelayanan publik juga akan meningkat karena birokrasi diisi oleh sumber daya manusia terbaik.
Andi Harun menyebut, ke depan hampir seluruh proses promosi, mutasi, dan rotasi ASN di lingkungan Pemkot Samarinda akan menggunakan manajemen talenta, kecuali apabila dalam pemetaan talenta belum tersedia kandidat yang sesuai.
“Seluruh sistem promosi, mutasi, dan rotasi akan kita pakai manajemen talenta,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Andi Harun juga mengungkapkan bahwa langkah yang diambil Pemkot Samarinda kini mendapat penguatan setelah adanya komitmen bersama yang turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Ia menyebut sejumlah daerah di Kaltim memang telah menyatakan komitmen penerapan manajemen talenta, namun sebagian besar masih berada pada tahap awal.
“Kalau daerah lain itu baru sebatas komitmen, implementasinya belum. Nah kalau Samarinda sudah komitmen plus implementasi,” pungkasnya.
