infosatu.co
Artikel

Viral di TikTok, Laris di Tongkrongan: Enak atau Cuma Fomo? Ini Fenomena Makanan Favorit Gen Z

Teks: ilustrasi seorang pengunjung sibuk mengabadikan momen makanannya di tengah maraknya tren kuliner viral di kalangan Gen Z (Foto: By AI).

Samarinda, infosatu.co – Di era perkembangan media sosial saat ini, makanan tidak lagi sekadar soal rasa. Bagi generasi Z, atau Gen Z kuliner juga menjadi bagian dari gaya hidup, hiburan, hingga identitas di dunia digital. Tak heran jika berbagai makanan viral selalu ramai diburu anak muda, mulai dari mi pedas level ekstrem, croffle, dessert box, hingga minuman manis dengan topping melimpah.

Fenomena ini semakin kuat sejak hadirnya TikTok dan Instagram yang membuat tren makanan menyebar begitu cepat. Hanya dalam hitungan hari, sebuah menu yang awalnya biasa saja bisa mendadak viral dan dipadati antrean panjang.

Banyak Gen Z mengaku tertarik mencoba makanan tertentu karena melihatnya muncul berulang kali di media sosial. Bahkan, tidak sedikit yang membeli makanan viral demi membuat konten atau sekadar mengikuti tren agar tidak dianggap ketinggalan zaman.

Fenomena ini dikenal dengan istilah Fear of Missing Out atau Fomo, yakni rasa takut tertinggal tren yang sedang ramai diperbincangkan.

TikTok Ubah Cara Anak Muda Memilih Makanan

TikTok kini menjadi salah satu platform yang paling berpengaruh terhadap tren kuliner di kalangan Gen Z. Algoritma media sosial membuat video makanan viral terus muncul di halaman pengguna sehingga memicu rasa penasaran.

Penelitian mengenai algoritma TikTok menunjukkan bahwa sistem rekomendasi platform tersebut sangat dipengaruhi oleh interaksi pengguna seperti durasi menonton, tanda suka, dan lokasi pengguna. Hal inilah yang membuat konten makanan cepat menyebar luas dan terus muncul di beranda pengguna.

Tidak heran jika istilah seperti food hunting, kulineran malam, hingga healing lewat jajan semakin populer di kalangan anak muda.

Kini, makanan bukan hanya dinilai dari rasa, tetapi juga dari seberapa menarik tampilannya saat direkam kamera ponsel.

Estetik Lebih Penting dari Rasa?

Banyak pengamat melihat makanan viral masa kini lebih mengutamakan visual dibanding cita rasa. Kemasan lucu, topping berlebihan, warna mencolok, dan sensasi unik sering kali menjadi senjata utama agar sebuah produk cepat viral.

Sebagian makanan bahkan terkenal karena sensasi ekstremnya, seperti mi super pedas, minuman dengan gula berlebihan, atau dessert berukuran jumbo.

Fenomena ini membuat banyak anak muda rela antre panjang demi mencoba makanan yang sedang ramai di media sosial, meskipun belum tentu sesuai selera mereka.

Di sisi lain, media sosial juga mendorong munculnya budaya “makan demi konten”. Banyak orang membeli makanan tertentu hanya untuk diunggah ke Instagram Story atau TikTok.

Praktis dan Ramah Kantong Jadi Daya Tarik

Selain karena viral, makanan siap saji juga digemari Gen Z karena praktis dan mudah ditemukan. Kehadiran layanan pesan antar membuat anak muda bisa membeli makanan favorit hanya lewat ponsel.

Harga yang relatif terjangkau juga menjadi alasan kuat. Promo diskon, cashback, dan paket hemat membuat makanan cepat saji semakin dekat dengan keseharian pelajar dan mahasiswa.

Menurut artikel kesehatan yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan, remaja cenderung memilih makanan cepat saji karena penyajiannya cepat, hemat waktu, mudah ditemukan, dan dianggap sesuai dengan gaya hidup anak muda modern.

Faktor lingkungan pertemanan juga berpengaruh besar terhadap keputusan Gen Z dalam memilih makanan cepat saji. Penelitian dari Universitas Indonesia menyebut rasa, harga, pengaruh teman sebaya, hingga media menjadi faktor utama yang memengaruhi konsumsi fast food di kalangan remaja Indonesia.

Ada Risiko Kesehatan di Baliknya

Meski terlihat menarik dan praktis, konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan tetap perlu diperhatikan. Banyak makanan viral mengandung gula, garam, dan lemak dalam jumlah tinggi.

Kementerian Kesehatan menyebut konsumsi makanan cepat saji berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung apabila tidak diimbangi pola hidup sehat.

Penelitian lain juga menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi fast food dengan meningkatnya risiko hipertensi pada remaja.

Belum lagi tren minuman viral dengan kandungan gula tinggi yang sering menjadi sorotan di media sosial. Dalam diskusi warganet di Reddit, banyak pengguna menilai beberapa minuman viral mengandung gula berlebihan dan berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus.

Tren yang Akan Terus Berubah

Meski begitu, tren makanan viral diperkirakan akan terus berkembang mengikuti kreativitas media sosial dan selera anak muda.

Satu hal yang pasti bagi Gen Z, makanan kini bukan sekadar kebutuhan perut. Kuliner telah berubah menjadi bagian dari gaya hidup digital, hiburan, dan cara untuk tetap terhubung dengan tren yang sedang ramai dibicarakan.

Related posts

Lawan Rasa Mager di Hari Minggu, Ini Cara Tetap Produktif Tanpa Kehilangan Waktu Istirahat

Emmy Haryanti

Mau Makan Enak Tapi Tetap Sehat? Ini 5 Kunci Masak Bergizi Menurut Kemenkes

Emmy Haryanti

Kisah Mandala: Siswa SMK di Samarinda, Wafat Usai Bertahan di Balik Sepatu yang Kekecilan

Firda