infosatu.co
DPRD BONTANG

Antrean Solar Masih Mengular, DPRD Bontang Nilai Sistem Online Belum Optimal

Teks: Kondisi SPBU Akawi di Jalan MT Haryono (Infosatu.co/Adi)

Bontang, Infosatu.co – Antrean kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar masih terjadi di sejumlah SPBU di Kota Bontang meski sistem antrean online mulai diterapkan di beberapa lokasi.

Kondisi tersebut terlihat di SPBU Akawi di Jalan MT Haryono. Sejumlah truk masih tampak mengantre untuk mendapatkan solar bersubsidi.

Di SPBU Akawi, sistem antrean online telah diberlakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi pengisian.

Para sopir diminta menunggu di titik tertentu dan akan dipanggil melalui sistem saat giliran pengisian tiba.

Anggota Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib menilai penerapan sistem antrean online belum sepenuhnya berjalan efektif dalam mengurai antrean kendaraan.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah kendala yang memengaruhi optimalisasi sistem tersebut, mulai dari tingkat kepatuhan pengguna hingga tingginya permintaan solar pada waktu tertentu.

“Memang masih memerlukan evaluasi dan penyempurnaan agar efektivitasnya dapat lebih optimal ke depannya,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia juga menyoroti proses adaptasi di lapangan yang belum sepenuhnya berjalan mulus. Tidak semua pengemudi memahami mekanisme antrean digital, sehingga ketidakteraturan masih terjadi.

Karena itu, Sahib menilai diperlukan sosialisasi yang lebih masif kepada para pengguna, disertai pengawasan yang konsisten dari pihak pengelola SPBU.

“Teknologi tidak akan berjalan efektif kalau tidak didukung kedisiplinan pengguna dan pengawasan yang baik,” katanya.

Di sisi lain, para sopir truk mengaku antrean solar yang terus terjadi berdampak langsung terhadap aktivitas distribusi barang.

Salah satu sopir truk, Andre (45), mengatakan antrean panjang membuat proses pengiriman muatan menjadi terhambat, terutama untuk distribusi kebutuhan pokok.

“Bagaimana kalau kami yang mengangkut sembako, otomatis distribusi jadi terhambat. Tapi ya mau bagaimana lagi,” ucapnya saat ditemui di lokasi antrean.

Ia menilai sistem online belum banyak membantu karena jumlah antrean tetap tinggi meski sudah mendaftar secara digital.

“Pas sudah daftar, saya tetap di antrean ratusan. Tetap aja makan waktu,” jelasnya.

Sopir lainnya, Lusius mengatakan perlu ada solusi yang lebih konkret dari pemerintah maupun pihak terkait, seperti penambahan kuota solar atau jam operasional SPBU.

“Kalau begini terus susah kami ini. Saya aja sudah dua kali pindah SPBU. Tadi di Tanjung Laut karena antreannya sampai ratusan, saya pindah ke sini,” katanya.

Ke depan, DPRD Bontang menyatakan bersama pihak terkait akan mendorong evaluasi dan perbaikan sistem pengaturan distribusi solar, baik dari sisi teknis maupun manajemen, agar persoalan antrean tidak terus berulang.

Related posts

DPRD Bontang Minta Penertiban Parkir Liar Tak Tunggu Regulasi Baru

Rizki

Larangan Guru Non-ASN Berlaku 2027, DPRD Bontang Khawatir Kekosongan Pengajar di Kelas

Rizki

PAD Parkir Baru Rp11,2 Juta dari Potensi Rp440 Juta, DPRD Bontang Soroti Pengelolaan

Rizki