infosatu.co
DISKOMINFO BONTANG

Capaian Sertifikasi Halal untuk UMKM Bontang Tembus 60 Persen Produk

Teks: Kabid Koperasi dan Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Takwin, menyampaikan capaian sertifikasi halal produk UMKM di Kota Bontang yang telah mendekati 60 persen. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Upaya percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro di Kota Bontang Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan perkembangan.

Hingga saat ini, capaian produk Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) yang telah memiliki sertifikat halal disebut sudah mendekati angka 60 persen.

Program tersebut dijalankan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan daya saing pelaku usaha lokal.

Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muhammad Takwin, mengatakan progres sertifikasi halal cukup signifikan, terutama pada produk olahan kemasan.

Menurutnya, berbagai produk makanan ringan yang diproduksi pelaku UMKM, seperti keripik, pempek, hingga snack yang dipasarkan di swalayan, sebagian besar sudah memiliki sertifikat halal.

“Untuk produk perorangan yang dijual dalam bentuk kemasan, seperti snack atau makanan ringan yang masuk swalayan, progresnya sudah sangat tinggi. Bahkan hampir 90 persen sudah bersertifikat halal,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.

Meski demikian, capaian tersebut belum merata di seluruh sektor usaha. Tantangan terbesar justru berada pada usaha kuliner siap saji seperti warung makan, rumah makan, hingga kantin sekolah.

Takwin menjelaskan, sektor tersebut memiliki karakteristik berbeda karena biasanya menawarkan banyak variasi menu dengan bahan baku yang beragam.

Kondisi ini membuat proses verifikasi halal menjadi lebih kompleks dibandingkan produk makanan kemasan.

Untuk mempercepat capaian sertifikasi halal, DKUMPP Bontang berencana menerapkan strategi jemput bola. Melalui pendekatan ini, tim pendamping akan turun langsung memetakan pelaku usaha yang berpotensi mengikuti program sertifikasi halal.

Pelaksanaan program tersebut juga akan melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Kesehatan Kota Bontang, jaringan Puskesmas, serta Dinas Pendidikan Kota Bontang.

“Kami akan memetakan warung makan dan kantin sekolah yang bisa didampingi untuk proses sertifikasi halal,” jelas Takwin.

Ia menambahkan, perhatian khusus juga diberikan pada bahan baku yang digunakan pelaku usaha, terutama produk daging. Selain memastikan bahan yang dipakai halal, proses penyembelihan hewan juga harus sesuai dengan standar yang berlaku.

“Kalau bahan dari laut biasanya lebih sederhana. Tapi untuk daging sapi atau ayam, tempat penyembelihannya juga harus dipastikan sesuai standar halal. Itu yang akan kami bantu dampingi,” pungkasnya. Adv

Related posts

Pemkot Bontang Putuskan Tidak Lanjutkan Program Kartu Bontang Pintar

Rizki

Pemkot Bontang Perkuat Layanan Digital Kependudukan Lewat Aplikasi Pondok Pasilan

Rizki

Wali Kota Bontang Pastikan TPP ASN Belum Dipotong Meski Fiskal Daerah Alami Penurunan

Rizki