Bontang, infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang Kalimantan Timur (Kaltim) memutuskan tidak akan melanjutkan program Kartu Bontang Pintar (KBP).
Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap anggaran dan regulasi yang mengatur program bantuan pendidikan di daerah.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menjelaskan bahwa program KBP memiliki fungsi yang hampir serupa dengan bantuan perlengkapan sekolah yang saat ini telah berjalan di Kota Bontang.
Menurutnya, jika dua program memiliki tujuan yang sama, maka berpotensi menimbulkan tumpang tindih penggunaan anggaran.
“Kalau fungsinya sama, tentu tidak bisa dijalankan bersamaan. Itu termasuk kategori double anggaran,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.
Ia menjelaskan, KBP pada awalnya dirancang sebagai bantuan tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan siswa.
Namun setelah dilakukan kajian lebih mendalam, skema tersebut dinilai memiliki tujuan yang sama dengan program bantuan perlengkapan sekolah yang sudah berjalan, seperti pemberian seragam, sepatu, dan tas secara gratis.
Karena itu, pemerintah daerah memilih mempertahankan program yang telah ada dan dinilai lebih tepat sasaran.
“Jadi kami memilih mempertahankan program yang sudah berjalan karena dinilai lebih efektif,” katanya.
Menurut Neni, bantuan perlengkapan sekolah memberikan dampak yang lebih nyata bagi siswa dan orang tua.
Selain memastikan kebutuhan sekolah terpenuhi, program tersebut juga dianggap lebih terkontrol dalam penggunaannya dibandingkan bantuan tunai.
Ia juga menyinggung program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang merupakan bantuan pendidikan dari pemerintah pusat.
Menurutnya, cakupan bantuan tersebut masih terbatas, sehingga program bantuan dari Pemerintah Kota Bontang selama ini dinilai lebih komprehensif.
Neni menegaskan komitmen pemerintah daerah tetap sama, yaitu memastikan seluruh anak di Kota Bontang dapat mengakses pendidikan tanpa terkendala biaya.
“Kita fokus pada substansinya, bukan pada simbol programnya. Pemerintah tetap melanjutkan bantuan perlengkapan sekolah untuk siswa sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan untuk meringankan beban orang tua,” pungkasnya. (Adv)
