Samarinda, infosatu.co – Wakil Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Saefuddin Zuhri, menekankan pentingnya kebahagiaan dan interaksi sosial bagi lansia dalam pembukaan Sekolah Lansia (Lanjut Usia) Santa Mathilda.

Menurutnya, ruang berkumpul seperti ini bukan sekadar kegiatan, tetapi menjadi kunci menjaga kesehatan fisik dan mental di usia lanjut.
Dalam sambutannya, Saefuddin menyoroti kondisi Lansia yang cenderung mudah terjebak dalam pikiran negatif ketika tidak memiliki teman berbagi.
“Kalau orang Lansia itu, kalau tidak ada saudara, tidak ada teman, itu pikirannya ke mana-mana, bisa ke penyakit. Tapi kalau ada teman, bercanda, pikirannya beda, ingatannya juga beda, apalagi kalau cerita-cerita zaman dulu,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.
Menurutnya, suasana gembira, canda, dan kebersamaan justru memberikan “imun kebahagiaan” yang berdampak langsung pada kesehatan.
“Kalau ada kesenangan, kegembiraan, guyonan, Tuhan memberikan imun kebahagiaan. Itu yang membuat usia tidak terasa, yang penting bukan umur, tapi bagaimana kita tetap merasa senang,” lanjutnya.
Program sekolah Lansia ini diikuti sekitar 27 peserta dan akan berlangsung rutin setiap pekan mulai 10 April hingga 25 Juni.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang belajar yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga memperkuat mental, spiritual, serta keterampilan peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Saefuddin juga mengapresiasi keterlibatan tenaga pengajar, termasuk dari perguruan tinggi, yang dinilai berkontribusi secara tulus. Ia bahkan menyatakan keinginannya untuk ikut terlibat langsung dalam kegiatan belajar.
Sebagai generasi yang telah lebih dulu menjalani kehidupan, ia menekankan bahwa para Lansia memiliki peran penting dalam mewariskan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda.
“Para Lansia ini punya pengalaman hidup yang luar biasa, nilai kesabaran, tanggung jawab, dan kebijaksanaan. Itu semua adalah warisan penting yang harus terus disampaikan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Ia berharap sekolah Lansia ini mampu melahirkan Lansia yang tetap tangguh, mandiri, dan aktif berkarya, meskipun dengan aktivitas sederhana seperti berjalan, berbincang, atau mengingat pelajaran lama.
Saefuddin mengajak para peserta menjaga kesehatan dan tetap berpikir positif dalam menjalani masa Lansia.
“Semoga kita semua diberikan kesehatan, umur panjang, tidak merepotkan keluarga, dan tetap bisa menjalani hidup dengan bahagia. Saya mengajak kita semua untuk selalu berpikir baik, berbuat baik, dan yakin Tuhan akan memberikan jalan terbaik,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Saefuddin berharap agar para peserta tetap semangat mengikuti seluruh proses pembelajaran hingga tuntas.
“Selamat bersekolah Lansia, semoga bisa lulus sampai S1, S2, dan S3, dan kita bisa merayakan bersama dengan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.
