Samarinda, infosatu.co — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Iduladha.

Sidak yang dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyasar Rumah Potong Hewan (RPH), pangkalan LPG, hingga Pasar Segiri.
Dari hasil pemantauan, pemkot memastikan harga bahan pokok masih relatif stabil meski terjadi kenaikan di beberapa komoditas.
“Alhamdulillah untuk bahan pokok memang ada kenaikan, tetapi tidak terlalu signifikan dan masih dalam batas normal,” ungkapnya, Kamis 21 Mei 2026.
Meski demikian, ia mengungkapkan adanya keluhan dari para pedagang terkait menurunnya daya beli masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi faktor ekonomi dan kemampuan keuangan warga.
“Ada beberapa hal yang disampaikan pedagang, salah satunya konsumsi masyarakat menurun. Mungkin karena kondisi keuangan atau faktor lain, tetapi secara umum masih aman,” katanya.
Pemantauan di RPH juga menunjukkan harga daging belum mengalami lonjakan berarti menjelang Iduladha.
Selain memeriksa stok dan harga pangan, rombongan sidak turut meninjau proses pengisian LPG. Di lokasi tersebut. Di sini Saefuddin menemukan persoalan teknis yang dinilai perlu segera dibenahi, terutama terkait akurasi timbangan tabung gas.
Menurut Saefuddin, sejumlah peralatan pengisian harus segera dikalibrasi ulang agar masyarakat memperoleh kepastian terkait volume isi LPG yang diterima.
“Mulai dari tabung kosong, proses pengisian, sampai hasil akhirnya harus jelas. Itu yang menjadi perhatian kami,” tegasnya.
Ia juga menyinggung adanya dugaan kelalaian dari pihak produsen terkait kesalahan penghitungan timbangan. Menurutnya, persoalan seperti itu semestinya tidak terjadi apabila pengawasan berjalan baik.
“Kami menerima temuan adanya kesalahan penghitungan timbangan. Seharusnya hal seperti ini tidak perlu terjadi kalau kontrolnya bagus,” ujarnya.
Karena itu, pemkot meminta pihak produsen dan seluruh instansi terkait memperkuat koordinasi agar perbaikan sistem distribusi dan pengawasan dapat segera dilakukan.
Dalam sidak tersebut, Saefuddin juga meninjau kondisi bangunan pasar yang sebelumnya sempat mengalami kebakaran. Ia menyebut proses rehabilitasi berjalan bertahap dan kini sebagian besar fasilitas sudah kembali membaik.
“Lantainya sudah bagus, atapnya juga sudah diperbaiki. Memang pengisian kios dilakukan bertahap sehingga masih ada beberapa yang kosong,” katanya.
Ia memastikan kondisi pasar kini jauh lebih tertata dibanding sebelumnya pascakebakaran. Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan fasilitas pasar, termasuk atap, lantai, dan petak kios pedagang.
“Kalau tidak salah ada anggaran sekitar satu koma sekian miliar rupiah untuk perbaikan itu,” tutupnya.
