Malaysia, infosatu.co – Malaysia menjadi tujuan investasi paling menarik di Asia Tenggara di antara emerging market lainnya. Sebagaimana laporan Indeks Peluang Global (Global Opportunity Index/GOI) 2026 terbaru dari Milken Institute.
Laporan itu menempatkan Malaysia di peringkat ke-23 secara global, yang merupakan posisi tertinggi di kawasan Asia Tenggara di antara perekonomian berkembang di kawasan tersebut. Hal ini ditopang oleh kualitas kelembagaan yang kuat dan fondasi ekonomi yang kokoh.
Malaysia menonjol berkat konsistensinya di seluruh lima pilar GOI. Negara itu mencatat kinerja yang baik dalam pilar-pilar utama, menduduki peringkat ke-17 dalam Jasa Keuangan dan posisi ke-18 dalam Persepsi Bisnis.
GOI merupakan daftar pemeringkatan tahunan yang menilai 101 variabel di lima kategori, yaitu Persepsi Bisnis, Dasar Ekonomi, Jasa Keuangan, Kerangka Kerja Kelembagaan, serta Standar dan Kebijakan Internasional. GOI menyoroti peran Asia Tenggara yang semakin meningkat dalam alokasi modal global.
Enam pasar pertumbuhan utama di kawasan itu menarik 8,2 persen dari total arus masuk modal ke perekonomian-perekonomian emerging dan berkembang antara 2021 hingga 2024, dengan investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) menyumbang 70 persen lebih dari arus masuk modal tersebut.
“Kisah pertumbuhan Asia Tenggara tetap menarik, namun para investor semakin selektif. Kami mengamati adanya pergeseran modal global yang terus berlanjut ke emerging market dengan pertumbuhan yang tinggi, dan Asia Tenggara merupakan penerima manfaat utama dari tren tersebut,” tutur Matthew Aleshi, Direktur Geoekonomi di Milken Institute yang juga salah satu penulis laporan tersebut.
Menurut Aleshi, negara-negara yang mampu menjaga kestabilan makroekonomi sembari memperdalam sistem keuangan dan memperkuat tata kelola mereka akan menduduki posisi terbaik untuk menarik investasi jangka panjang.
