Samarinda, infosatu.co – Pelabuhan Samarinda direncanakan akan dipindahkan ke lokasi baru untuk mendukung pengembangan kawasan yang lebih modern. Hingga kini, realisasinya masih bergantung pada penyusunan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) dan kesiapan infrastruktur pendukung.
General Manager (GM) PT Pelindo (Persero) Regional 4 Samarinda, Suparman, mengatakan pihaknya mendukung penuh rencana tersebut.
“Kami sangat menyambut positif apabila pelabuhan ini dipindah ke tempat yang baru. Tentunya lebih representatif, lebih baik, dan mengikuti pelabuhan modern,” ujarnya, Rabu, 18 Maret 2026.
Namun demikian, ia menegaskan pembangunan pelabuhan baru tidak bisa dilakukan tanpa dasar regulasi yang jelas. Penyusunan RIP menjadi syarat utama dan harus selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota maupun provinsi.
“Secara regulasi, kita tidak bisa membangun pelabuhan apabila belum termuat dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP). RIP ini juga harus sinkron dengan RTRW kota maupun provinsi,” jelasnya.
Selain itu, kesiapan infrastruktur pendukung juga menjadi faktor penting. Di lokasi yang direncanakan, infrastruktur dasar seperti trestle untuk terminal penumpang telah dibangun oleh Kementerian Perhubungan.
Pelindo juga telah menyiapkan lahan di sisi darat, namun akses jalan menuju lokasi tersebut masih dalam proses penyelesaian oleh pemerintah kota.
“Kalau akses jalan sudah ada dan RIP sudah diterbitkan, maka pembangunan sudah bisa dilaksanakan. Harapannya tentu lebih cepat lebih baik,” katanya.
Sambil menunggu realisasi pemindahan, kondisi pelabuhan yang ada saat ini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam penataan area parkir. Lahan yang tersedia belum dapat ditata optimal karena kondisi dasar yang bercampur antara tanah dan paving.
“Memang menjadi kendala, karena kondisi lahannya bercampur antara tanah dan paving. Tapi tetap kami benahi secara bertahap,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan pembenahan tetap dilakukan guna menjaga kenyamanan penumpang. Perbaikan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi dan anggaran.
“Apapun itu, kenyamanan penumpang tetap menjadi yang utama. Kami lakukan pembenahan step by step,” tambahnya.
Ke depan, kawasan pelabuhan lama direncanakan akan dikembangkan oleh pemerintah kota sebagai bagian dari konsep Smart City.
Area tersebut akan diubah menjadi ruang publik yang terintegrasi dengan kawasan Citra Niaga, seperti taman, pusat hiburan, hingga kawasan bisnis.
Namun hingga kini, belum ada target waktu pasti terkait pemindahan pelabuhan. Seluruh proses masih bergantung pada penyelesaian akses jalan dan penerbitan RIP Samarinda.
“Belum ada target. Tergantung penyelesaian akses jalan dan penyusunan RIP,” pungkasnya. Hingga kini, realisasinya masih bergantung pada penyusunan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) dan kesiapan infrastruktur pendukung.
