infosatu.co
Pasuruan

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan Gelar Reses I 2026, Serap Aspirasi Warga

Teks: Anggota DPRD Kota Pasuruan, Andri setyani, (infosatu.co/Koko).

Kota Pasuruan, infosatu.co – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan menggelar kegiatan Reses I Tahun 2026.

Kegiatan ini dengan agenda menjaring aspirasi masyarakat secara serentak pada Sabtu 15 Maret 2026 di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan maupun persoalan sosial yang masih dirasakan di lingkungan mereka.

Reses dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi pertama dipimpin oleh H. Muhammad Gatot Adidoyo, S.A.B pada pukul 14.00–16.00 WIB, sesi kedua dipimpin oleh Mahfud Husairi, ST pada pukul 16.00–18.00 WIB, dan sesi ketiga dipimpin oleh Andri Setyani pada pukul 18.00–19.30 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC, PAC, ranting, badan-badan partai, para senior PDI Perjuangan, serta puluhan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Pasuruan, di antaranya dari Kecamatan Panggungrejo, Bugul Kidul, Gadingrejo, dan Purworejo.

Dalam forum dialog tersebut, masyarakat secara terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Beberapa isu yang paling banyak disampaikan antara lain penerangan jalan umum (PJU), program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), perbaikan saluran air.

Juga persoalan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dibekukan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan lapangan pekerjaan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan Mahfud Husairi, ST menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal anggota dewan, tetapi merupakan sarana penting untuk memastikan suara masyarakat benar-benar sampai ke lembaga legislatif.

“Reses ini adalah ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung keluhan dan kebutuhan mereka. Kami tidak ingin aspirasi rakyat hanya berhenti di forum perencanaan saja,” katanya.

“Tetapi harus diperjuangkan sampai benar-benar terealisasi,” tegas Mahfud, Sabtu 14 Maret 2026.

Ia menyebutkan sejumlah aspirasi yang dinilai mendesak, di antaranya pengadaan lampu penerangan jalan umum di RT 02 RW 06 Kelurahan Gentong, program RTLH, serta pengaktifan kembali BPJS Kesehatan warga yang sempat dibekukan.

Mahfud juga mengakui bahwa sebagian usulan masyarakat sebenarnya telah disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun belum seluruhnya dapat direalisasikan.

“Banyak usulan masyarakat terkait infrastruktur yang sebenarnya sudah disampaikan sejak lama. Karena itu melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang kami miliki sebagai anggota dewan, kami akan berupaya maksimal agar aspirasi tersebut bisa diwujudkan,” jelasnya.

Selain persoalan infrastruktur dan layanan kesehatan, isu pengangguran juga menjadi perhatian serius dalam forum reses tersebut.

Menurut Mahfud, pemerintah daerah perlu terus mendorong pembukaan lapangan pekerjaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan terus mendorong Pemerintah Kota Pasuruan agar memperkuat program pembukaan lapangan pekerjaan. Ini penting agar masyarakat memiliki kesempatan bekerja dan tidak terus terbebani persoalan ekonomi,” ujarnya.

Teks: Wakil Ketua II DPRD Kota Pasuruan, H. Muhammad Gatot Adidoyo, (infosatu.co/Koko).

Sementara itu, H. Muhammad Gatot Adidoyo, menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tanggung jawab moral anggota dewan untuk memastikan pembangunan daerah benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini akan kami catat dan kami perjuangkan dalam pembahasan kebijakan di DPRD. Tujuannya agar pembangunan di Kota Pasuruan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Gatot.

Hal senada disampaikan Andri Setyani, yang memimpin sesi ketiga kegiatan reses. Ia menegaskan bahwa Fraksi PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus mengawal berbagai aspirasi masyarakat hingga dapat direalisasikan dalam program pembangunan daerah.

“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami bawa dalam pembahasan di DPRD. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan masyarakat benar-benar menjadi perhatian dalam kebijakan pembangunan Kota Pasuruan,” ujarnya.

Di sisi lain, Subiyanto, salah satu senior PDI Perjuangan Kota Pasuruan, menilai kegiatan reses tersebut menjadi bukti bahwa kader partai tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat.

“Kader PDI Perjuangan harus selalu hadir di tengah masyarakat. Aspirasi rakyat harus didengar dan diperjuangkan. Reses seperti ini menjadi jembatan penting antara rakyat dan wakilnya di parlemen,” kata Subiyanto.

Sementara itu, Basuki, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gadingrejo, menyampaikan bahwa masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena mereka memiliki kesempatan untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini dihadapi.

“Melalui forum ini masyarakat bisa menyampaikan kebutuhan mereka, mulai dari penerangan jalan, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga persoalan layanan kesehatan. Kami berharap aspirasi ini benar-benar diperjuangkan hingga terealisasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan Reses I Tahun 2026 ini, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan menegaskan komitmennya untuk terus mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Dengan menjadikan suara rakyat sebagai dasar perjuangan politik di parlemen, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat segera mendapatkan solusi nyata melalui kebijakan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Related posts

3 Pengedar Sabu Dibekuk Saat Ramadan, Polres Pasuruan Komitmen Berantas Narkoba

Zainal Abidin

Semangat Kebersamaan Polri dan Warga, KURVE Dilaksanakan di Desa Kebotohan

Zainal Abidin

Babinsa Koramil Tutur Cek Harga Sembako di Pasar, Pastikan Stabilitas Jelang Lebaran

Zainal Abidin

You cannot copy content of this page