Bontang, infosatu.co – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang menyoroti semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi remaja saat ini.
Mulai dari tekanan akademik, pergaulan, hingga isu kesehatan mental, dinilai membutuhkan peran aktif konselor sebaya di lingkungan sekolah.
Hal itu disampaikan Kepala DP3AKB Bontang, Eddy Forestwanto, dalam agenda Soulful Ramadan Bersama Ayah & Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kota Bontang.
Acara ini bertema “Merajut Asa di Meja Buka” yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa, 3 Maret 2026.
Menurut Eddy, remaja merupakan kelompok usia dengan dinamika persoalan yang sangat kompleks.
Karena itu, keberadaan Duta GenRe di sekolah-sekolah menjadi penting sebagai bagian dari deteksi dini permasalahan.
“Remaja itu masalahnya sangat kompleks. Kalian harus menjadi alarm dini ketika ada teman yang sedang menghadapi persoalan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental,” ujarnya di hadapan 33 Duta GenRe dari 15 sekolah di Kota Bontang.
Ia menegaskan, konselor sebaya memiliki posisi strategis karena remaja cenderung lebih nyaman berbagi cerita dengan teman seusia dibandingkan dengan orang dewasa.
“Biasanya anak remaja lebih nyaman bercerita kepada teman. Maka kalian harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk mereka berbagi,” katanya.
Meski demikian, Eddy menyadari tidak semua persoalan bisa diselesaikan oleh para Duta GenRe.
Namun kehadiran mereka sebagai pendengar dan penenang dinilai sudah menjadi langkah penting dalam mencegah persoalan berkembang lebih jauh.
“Mungkin kalian tidak bisa menyelesaikan semua masalah, tetapi setidaknya kalian bisa hadir menjadi pencerah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Remaja saat ini dipandang sebagai generasi yang akan melanjutkan pembangunan di masa depan.
Menutup penyampaiannya, Eddy kembali menegaskan harapannya kepada para Duta GenRe agar terus menjaga semangat dan konsistensi dalam menjalankan peran di sekolah masing-masing.
“Ketika ada teman yang sedang tidak baik-baik saja, kalianlah yang harus menjadi tempat paling aman untuk bercerita. Mungkin tidak semua masalah bisa kalian selesaikan, tetapi setidaknya kalian bisa hadir menjadi pencerah,” pungkasnya (Adv).
