
Samarinda, infosatu.co – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Anhar menyoroti proses pembangunan Terowongan Samarinda.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, masyarakat di Jalan Kakap sedang mengeluhkan polusi debu akibat mobilitas kendaraan proyek yang lalu lalang. Dengan kondisi itu, ia menilai pelaksanaan proyek tersebut harus ada yang dibenahi.
“Kalau seperti yang kita lihat sekarang, itu tidak profesional lah. Karena aneh juga, perusahaan profesional tetap banyak mendapat keluhan dari masyarakat,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (26/2/2924).
Anhar menilai bahwa tiap proyek besar harus memiliki rencana antisipasi dampak yang terjadi. Baik dari segi lalu lintas, sosial maupun lingkungan.
“Semua proyek besar tentu harus ada solusi. Bagaimana kesemrawutan lalu lintas, polusi dan sebagainya. Dampak-dampak dari pembangunan harus sudah diantisipasi,” ungkap politisi PDI Perjuangan itu.
Anhar meminta agar keluhan masyarakat sesegera mungkin diselesaikan oleh perusahaan kontraktornya. Demikian juga dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidang di lingkup Pemkot Samarinda.
“Kalau ini tidak cepat diantisipasi maka akan berdampak masyarakat diseputaran proyek,”kata anggota Komisi 1 DPRD Kota Samarinda itu.
Lebih lanjut, kata Anhar masalah masalah seperti ini harus lebih pekah dan kontraktor pelaksana harus langsung bergerak sehingga cepat bisa diatasi.
