Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan perubahan dalam pengelolaan kebudayaan dan pariwisata. Mulai 2027, urusan kebudayaan yang selama ini berada di Dinas Pendidikan serta pariwisata yang berada di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) direncanakan dipisahkan dan digabung dalam satu perangkat daerah baru.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat menerima audiensi Lembaga Adat Dayak Kenyah Kalimantan Timur (LADK-KT) di Anjungan Karang Mumus, Balai Kota Samarinda, Selasa, 6 Oktober 2026.
Andi Harun mengatakan pembentukan dinas baru tersebut diarahkan agar pengelolaan kebudayaan dan pariwisata dapat dilakukan secara lebih fokus.
“Insyaallah kita 2027 start dengan dinas baru. Selama ini, urusan budaya ada di pendidikan, sementara pariwisata berada di Dispora. Nah, sekarang saya keluarkan dua-duanya, saya bikin dinas baru. Fokus,” ungkap Andi Harun.
Selain penataan kelembagaan, Pemkot Samarinda juga mendorong penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kampung Adat yang saat ini dibahas bersama DPRD Kota Samarinda.
Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan bagi perlindungan dan pengembangan masyarakat adat, termasuk penguatan kegiatan budaya Dayak Kenyah di kawasan Pampang.
Dalam audiensi tersebut, Andi Harun juga menyampaikan dukungan terhadap pendidikan generasi muda yang ingin mengembangkan seni rupa.
“Kita biayai full mulai dari mendaftar sampai sarjana,” ujarnya.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan regenerasi pelaku seni sekaligus menjaga keberlanjutan kebudayaan.
Di sisi lain, kawasan Pampang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata budaya. Pengembangan itu nantinya diarahkan sejalan dengan penguatan masyarakat adat, pelestarian budaya Dayak Kenyah, serta pengembangan potensi ekonomi kreatif di kawasan tersebut.
