infosatu.co
EKONOMI

Pasar Pagi Basah di Lantai Atas, Pemkot Samarinda Siapkan Evaluasi

Teks: Kawasan lapak ikan di Pasar Pagi Samarinda. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Penempatan pedagang ikan basah dan sayuran di lantai atas Pasar Pagi Samarinda menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Pemkot menilai konsep tersebut perlu dievaluasi karena karakter Pasar Pagi sebagai pasar rakyat berbeda dengan konsep pasar modern. Penempatan komoditas basah di lantai atas juga dinilai berpotensi memengaruhi minat masyarakat untuk berbelanja.

Asisten II Sekretariat Daerah (Sekda) Samarinda Marnabas mengatakan area perdagangan ikan basah dan sayuran saat ini berada di lantai atas sehingga perlu dikaji kembali dari sisi kenyamanan maupun kesesuaiannya dengan karakter pasar rakyat.

“Ini kan basah rakyat, bukan basah modern,” kata Marnabas.

Menurutnya, fasilitas yang tersedia di Pasar Pagi saat ini cenderung mengadopsi konsep pasar modern. Sementara itu, pemerintah ingin memastikan fasilitas tersebut tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pedagang yang menjadi pengguna utama pasar.

Karena itu, pemkot membuka kemungkinan melakukan kajian terhadap sistem penataan area pasar basah.

“Evaluasi ini diharapkan dapat menghasilkan pola pengelolaan yang lebih sesuai dengan karakter perdagangan rakyat,” ucapnya.

Selain persoalan penempatan pedagang, sistem parkir di kawasan Pasar Pagi juga menjadi perhatian. Ia mengatakan pemerintah telah menyampaikan rencana evaluasi terhadap penerapan sistem parkir progresif.

“Ini menjadi penting agar biaya yang diterapkan tetap sejalan dengan kemampuan masyarakat yang menggunakan fasilitas pasar,” jelasnya.

Lanjutnya, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) bukan satu-satunya pertimbangan pemerintah dalam mengelola Pasar Pagi.

“Pemerintah itu tidak mencari PAD yang berlebihan, mencari PAD yang kira-kira sesuai dengan kemampuan masyarakat kita juga,” terangnya.

Dengan demikian, evaluasi Pasar Pagi tidak hanya diarahkan pada peningkatan aktivitas ekonomi, tetapi juga memastikan konsep pasar tetap ramah bagi pedagang dan masyarakat sebagai pengguna utama.

Related posts

Usaha Informal hingga UMKM Jadi Tantangan Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kaltim

Rizki

Harga TBS Sawit Kaltim Kembali Menguat, Petani Diminta Perkuat Kemitraan dengan PKS

Emmy Haryanti

Samarinda Siapkan BTT Rp2,5 Miliar untuk Tangani Dampak Kekeringan dan Karhutla

Emmy Haryanti