infosatu.co
DPRD Samarinda

Damayanti Sayangkan Soal Edaran Obat Sirup yang Dihentikan

Samarinda, infosatu.co – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) telah memerintahkan seluruh apotek dan toko obat untuk menghentikan sementara penjualan obat dalam bentuk obat sirup.

Hal ini muncul sebagai tanggapan atas temuan serta dugaan penggunaan obat sirup paracetamol, yang diungkap baru-baru ini telah menjadi penyebab penyakit gangguan ginjal akut misterius pada anak-anak.

Hal itu juga tertuang dalam instruksi larangan penggunaan obat sirup ini tertuang dalam Surat edaran (SE) Kementerian Kesehatan RI Nomor SR.01.05/III/3461/2022.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Damayanti sangat menyayangkan persoalan tersebut.

“Saya secara pribadi ini sangat disayangkan, karena sudah di pasarkan sejak lama kenapa baru timbul isu seperti itu, setelah ada permasalahan gagal ginjal,” ungkapnya belum lama ini.

Damayanti juga menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kurang maksimal dalam melakukan pengawasannya.

“Artinya telat betul gitu, setelah permasalahan itu datang baru dicari penyebabnya, berarti selama ini proses pengawasan sangat kurang,” tuturnya.

Ia pun berharap segala instansi distributor obat dapat mematuhi atau mengawasi instruksi dari Pemerintah Pusat tersebut.

“Jangan sampai apa yang dihimbaukan pemerintah pusat untuk tidak mendistribusikan obat sirup dan segala macam itu, ya jangan diedarkan,” pungkasnya.

Related posts

Angka Kunjungan Posyandu Baru 30 Persen dari Target, DPRD Dorong Inovasi Layanan

Rizki

Sentil OPD Tak Kooperatif, Iswandi: Jangan Biarkan Pengawasan Kami Lumpuh Tanpa Data

Firda

Iswandi: Teras Mahakam Cafe dan Jet Spark Beri Multiplier Effect, Jangan Hanya Lihat Angka PAD

Firda