infosatu.co
PEMERINTAH

BPBD Catat 40 Karhutla Terjadi di Samarinda hingga Agustus, 29 Hektare Lahan Terdampak

Teks: kebakaran lahan di Kalimantan Timur. Musim kemarau mulai meningkatkan ancaman kebakaran lahan di Samarinda. (Dok: BPBD)

Samarinda, Infosatu.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda mencapai 40 kejadian sejak Januari hingga 11 Agustus 2026, dengan luasan lahan terdampak diperkirakan sekitar 29 hektare.

Plt Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Samarinda Indra Wijayanto mengatakan seluruh kejadian yang tercatat dalam data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) telah berhasil ditangani.

“Mulai Januari sampai hari ini, berdasarkan data Pusdalops, ada sekitar 40 kejadian kebakaran hutan dan lahan yang seluruhnya sudah berhasil diatasi,” ujar Indra, Kamis, 13 Agustus 2026.

Dari 40 kejadian tersebut, mayoritas merupakan kebakaran lahan. Indra menyebut aktivitas masyarakat yang menggunakan api untuk membuka lahan menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.

“Mayoritas yang terjadi di Samarinda adalah kebakaran lahan. Biasanya masyarakat membuka lahan dengan cepat dibakar,” katanya.

Menurut Indra, kondisi vegetasi yang mulai mengering membuat api lebih mudah menjalar. Semak belukar dan lahan kosong yang dipenuhi tumbuhan kering dapat menjadi material yang mempercepat penyebaran api ketika terkena sumber pembakaran.

Sejumlah wilayah juga disebut memiliki potensi kebakaran yang perlu mendapat perhatian, di antaranya Samarinda Ulu Sungai Pinang Lempake dan Palaran.

Salah satu kejadian tercatat di Jalan Ring Road III, Kecamatan Samarinda Ulu. Kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas membakar sampah. Seseorang yang diduga terkait dengan kejadian itu telah diamankan Polsek Samarinda Ulu untuk menjalani pemeriksaan.

Indra mengatakan penggunaan api untuk membersihkan lahan maupun membakar sampah memiliki risiko tinggi, terlebih ketika kondisi lingkungan dalam keadaan kering.

Api yang awalnya berada di area terbatas dapat merambat ke semak atau lahan kosong di sekitarnya.

Penanganan seluruh kejadian karhutla dilakukan bersama tim gabungan. BPBD Samarinda melibatkan unsur pemadam kebakaran, relawan kebencanaan, serta personel di wilayah untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas.

Meski seluruh kejadian yang tercatat telah berhasil ditangani, Indra menilai pencegahan tetap menjadi kunci untuk menekan potensi karhutla.

Masyarakat diminta lebih berhati-hati ketika menggunakan api, khususnya untuk membersihkan lahan maupun membakar sampah.

Ia juga mengingatkan warga agar segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga petugas dapat melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas.

“Kalau memang melihat ada kebakaran, segera laporkan. Jangan sampai dibiarkan karena api itu cepat sekali menyebar, apalagi kalau kondisi lahannya kering,” pungkas Indra.

Related posts

Raim Laode Siap Guncang Festival Merah Putih Kaltim 23 Agustus, Cek Rangkaian Agenda Lainnya

Rizki

Kadar Klorida Naik, Produksi Air Bersih Samarinda Bisa Dihentikan Sementara

Emmy Haryanti

Tiga BUMD Samarinda Mulai Sumbang APBD, Andi Harun Dorong Kinerja Terus Diperkuat

Emmy Haryanti