infosatu.co
EKONOMI

Banyak Takut Kena Pajak, Anak Muda Malas Bangun Usaha

Teks: Kepala Disnaker Kota Samarinda Yuyum Puspitaningrum bersama Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Samarinda Wa Ode Rosliani (jilbab pink). (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Keraguan generasi muda untuk memulai usaha masih menjadi tantangan dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kota Samarinda. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa pelaku usaha baru akan langsung dibebani kewajiban pajak begitu menjalankan bisnis.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda Wa Ode Rosliani mengatakan persepsi tersebut masih kerap ditemui di masyarakat. Padahal, kewajiban perpajakan baru berlaku apabila pelaku usaha telah memenuhi ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Banyak yang khawatir kalau sudah punya usaha langsung dikenakan pajak. Padahal tidak seperti itu. Pajak dikenakan apabila memang sudah memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Menurut Wa Ode, kekhawatiran tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak muda untuk mulai membangun usaha. Di tengah pesatnya transformasi digital, peluang berwirausaha justru semakin terbuka, terutama melalui pemanfaatan digital marketing.

Ia menilai kemampuan di bidang pemasaran digital kini menjadi salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan berbagai sektor usaha. Selain membuka peluang bekerja di perusahaan, keahlian tersebut juga memungkinkan seseorang membangun bisnis sendiri maupun bekerja sebagai tenaga lepas (freelancer).

“Sekarang kami mendorong anak-anak muda untuk masuk ke bidang digital marketing. Peluangnya sangat besar karena tidak hanya bisa bekerja di perusahaan, tetapi juga bisa membuka usaha sendiri atau bekerja secara mandiri,” katanya.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah pola pemasaran berbagai jenis usaha. Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap tenaga yang menguasai digital marketing terus meningkat, sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk menciptakan lapangan kerja secara mandiri.

Karena itu, Disnaker Samarinda mengajak masyarakat, khususnya kalangan muda untuk meningkatkan kompetensi di bidang digital marketing sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja sekaligus membangun usaha berbasis digital.

“Karena dengan keterampilan itu generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha yang menciptakan peluang kerja baru di era ekonomi digital,” pungkasnya.

Related posts

Varia Niaga Siapkan Investasi Peternakan Ayam, Bidik Stabilisasi Harga Pangan di Samarinda

Emmy Haryanti

DPRD Ingatkan Perumda Varia Niaga Tak Kejar Laba dengan Membebani Masyarakat

Emmy Haryanti

Kejar PAD Rp2 Miliar, Perumda Varia Niaga Diminta Tetap Jadi Penopang Pengendalian Inflasi

Emmy Haryanti