
Samarinda, infosatu.co – Sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda yang ada di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), DPRD Kaltim terus menyosialisasikan bahaya penggunaan narkoba.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi ll DPRD Kaltim, Nidya Listiyono dalam kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah Ke-8 Nomor 4 Tahun 2022 tentang Fasilitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika Prekursor Narkotika dan Psikotropika Wilayah Kota Samarinda di Jalan Wijaya Kusuma, Senin(10/7/2023).

Pria yang sering disapa Nidya itu mengatakan dengan gencarnya dilakukan sosialisasi terkait dengan pencegahan narkoba di Kaltim, maka diharapkan masyarakat dapat mengetahui dan berpartisipasi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba
“Banyak solusi untuk melakukan pencegahan seperti rehabilitasi. Tapi yang lebih sulit itu mengobati daripada mencegah. Karena kalau sudah pernah kena narkoba itu akan susah,” ungkapnya kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan sosper.
Politikus Partai Golkar itu juga berpesan agar kedua orang tua khususnya lebih memperhatikan anak-anak mereka ketika memiliki tingkah laku yang sudah berbeda.
Pasalnya dikhawatrikan anak telah menggunakan narkoba, sehingga peran orang tua sangat penting dalam perkembangan dan pergaulan anak.
“Minimal memerhatikan anak-anaknya. Narkoba ini sangat membahayakan generasi muda. Apalagi di Kaltim akses masuk narkoba sangat banyak,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat semakin sadar dan ikut terlibat dalam mencegah peredaran narkoba, karena tidak bisa hanya pemerintah namun harus ada keterlibatan atau partisipasi dari masyarakat.
“Mari bahu membahu menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum BNNP Kaltim Andi Paisah mengatakan peran keluarga dalam pencegahan narkoba yakni dengan kemampuan ketahanan keluarga untuk meningkatkan daya tangkal dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
“Keluarga memegang peranan utama dalam mencegah perilaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba, karena keluarga adalah sekolah pertama bagi individu belajar tentang kehidupan,” tandasnya.
