Samarinda, Infosatu.co – Pengelolaan sampah yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari rumah tangga. Melalui pemilahan sampah, pemanfaatan kembali material yang masih bernilai, serta kerja sama antarkelompok masyarakat. persoalan sampah di perkotaan diharapkan dapat ditangani secara lebih terarah.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari kegiatan Komitmen Pengelolaan Sampah Mulai dari Sumber sekaligus Pengukuhan Forum Bank Sampah Kota Samarinda periode 2026-2029.
Pengurus Forum Bank Sampah Kota Samarinda periode 2026–2029 dikukuhkan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy.
Dalam kegiatan itu, kepala seksi (kasi) Ekonomi, Pembangunan, dan Lingkungan Hidup Kelurahan Tenun, Ratniasih, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penguatan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama melalui kebiasaan memilah sampah di rumah tangga. Kami berharap keberadaan Forum Bank Sampah dapat memperkuat kerja sama dan mendorong semakin banyak masyarakat terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya, Rabu, 28 Oktober 2026.
Menurut Ratniasih, Keberadaan Forum Bank Sampah memiliki peran strategis dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Melalui koordinasi yang baik, bank sampah dapat memperluas edukasi pemilahan, meningkatkan pemanfaatan material yang masih bernilai, serta membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
Ia juga berharap kepengurusan forum yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membangun kolaborasi yang lebih erat dengan bank sampah dan masyarakat di berbagai wilayah Samarinda.
“Semoga kepengurusan yang telah dikukuhkan mampu menghadirkan program dan inovasi yang berkelanjutan, sehingga bank sampah tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Ke depan, kepengurusan Forum Bank Sampah Kota Samarinda periode 2026–2029 diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah, pengelola bank sampah, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan di Kota Samarinda. (ADV)
