infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Dishub Samarinda Siapkan Lapak UMKM di Dermaga Mahakam Ilir

Teks: Suasana lapak UMKM di kawasan dermaga Mahakam Ilir. (Foto: Dok/Pemkot Samarinda)

Samarinda, Infosatu.co — Persaingan pelaku usaha untuk mendapatkan tempat berjualan di Teras Samarinda tahap II mulai terlihat. Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda mencatat jumlah pendaftar UMKM telah melebihi 14 tenant yang disediakan di kawasan Dermaga Mahakam Ilir.

Meski pendaftaran telah melampaui kapasitas, belum ada pelaku usaha yang dipastikan menempati lapak tersebut. Penentuan tenant masih menunggu keputusan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyebut tingginya jumlah pendaftar membuat proses penempatan UMKM perlu menyesuaikan kuota yang tersedia.

“Pendaftarnya sudah melebihi kapasitas, sudah lebih dari 14 UMKM yang mendaftar untuk berjualan di Dermaga Mahakam Ilir,” ujarnya.

Di sisi lain, tampilan lapak juga akan ditata agar memiliki keseragaman visual. Dishub menggandeng Bank Mandiri untuk mendukung konsep branding tenant, sesuai arahan wali kota dalam penataan kawasan Teras Samarinda tahap II.

Meski mendapatkan fasilitas branding, kewajiban pajak reklame tetap berlaku bagi pihak yang memasang promosi tersebut.

“Branding dari Bank Mandiri tetap dikenakan pajak reklame. Jadi, meskipun mereka yang melakukan branding, pajaknya tetap dibayarkan,” jelas Manalu.

Adapun jenis dagangan yang diperbolehkan akan menyesuaikan ketentuan operasional kawasan. Pelaku UMKM tidak diizinkan melakukan kegiatan memasak di lokasi sehingga pilihan produk diarahkan pada makanan dan minuman yang sudah siap disajikan.

“Pelaku UMKM tidak boleh memasak di sana. Jadi, yang dijual kemungkinan makanan dan minuman siap saji,” katanya.

Dishub menargetkan tenant dapat segera dimanfaatkan setelah keputusan mengenai pelaku usaha yang terpilih ditetapkan. Pengoperasian lapak tersebut diharapkan membuka peluang usaha sekaligus menambah sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari aktivitas ekonomi di kawasan dermaga.

“Kami berharap secepatnya bisa beroperasi. Kalau sudah berjalan, aktivitas usaha di sana bisa ikut menghasilkan PAD,” pungkasnya. (ADV)

Related posts

Patok, Pondok, dan Pohon Ditebang Ditemukan Pascakarhutla, BPBD Samarinda Minta Penelusuran

Musriva

Belajar dari Jawa Timur, Muslimin Dorong Pembinaan Atlet Kaltim Lebih Terstruktur

Musriva

Samarinda Perpanjang Status Darurat Kekeringan hingga 16 November

Musriva