Samarinda, Infosatu.co – Alya, model asal Kutai Lama, Kutai Kartanegara (Kukar), meraih dua predikat dalam Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026. Ia dinobatkan sebagai Best Model Female sekaligus terpilih sebagai Icon BIFF yang akan berangkat ke Melbourne, Australia, pada 2027.
Pencapaian itu diraih Alya setelah melewati panggung BIFF dengan salah satu momen yang cukup menegangkan. Saat memperagakan busana, ia sempat terjatuh di atas runway.
Namun, Alya tidak menghentikan penampilannya. Ia langsung bangkit dan kembali berjalan hingga menyelesaikan peragaan busana seolah tidak terjadi apa-apa.
Alya mengaku sempat merasa malu ketika insiden tersebut terjadi. Namun, ia memilih tetap melanjutkan penampilan dengan mengingat pesan Raja, salah satu koreografer sekaligus coach BIFF.
“Kalau kita sudah berjalan, let it flow. Apa pun yang terjadi let it flow,” cerita Alya usai pelaksanaan BIFF di Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Minggu, 4 Oktober 2026 malam.
Tepuk tangan penonton juga disebut Alya membantunya kembali membangun kepercayaan diri setelah terjatuh.
“Aku pikir tepuk tangan dari penonton itu yang membantu aku buat lebih berani untuk menunjukkan diri,” tambahnya.
Setelah menyelesaikan penampilan, Alya justru mendapat kabar yang tidak disangkanya. Namanya terpilih sebagai Best Model Female sekaligus Icon BIFF yang akan membawa nama ajang tersebut ke Melbourne tahun depan.
Ia pun sulit menggambarkan perasaannya ketika mengetahui dirinya terpilih. Apalagi, Alya melihat banyak model senior yang ikut dalam BIFF 2026.
“Jujur susah untuk menyampaikan perasaan, campur aduk karena juga enggak pernah kepikiran untuk bisa sampai sana,” ungkapnya.
“Banyak model seniorku di sini, tetapi aku yang baru terjun dari tahun 2023 akhirnya terpilih untuk ke Melbourne di tahun depan,” lanjut Alya.
Untuk mengikuti BIFF 2026 sendiri, dirinya telah melakukan persiapan sejak proses model search sekitar sebulan sebelum acara.
Ia juga menjalani diet dan menurunkan berat badan sekitar tujuh kilogram sebagai bagian dari persiapan. Selain itu, Alya melakukan tanning agar warna kulitnya lebih merata saat tampil.
Kini, Alya bersiap menjalani agenda berikutnya sebagai Icon BIFF menuju Melbourne pada 2027. Ia berharap BIFF dapat terus digelar setiap tahun dan semakin dikenal di luar Samarinda.
“Harapannya event ini menjadi event tahunan. Ini harus dikenalkan lebih luas lagi, bukan hanya Samarinda, tapi juga di luar jangkauan Samarinda,” pungkasnya.
