Jakarta, Infosatu.co – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat influenza A(H3N2) Subclade K masih terdeteksi di 13 provinsi di Indonesia. Jawa Timur dan Kalimantan Selatan menjadi wilayah dengan proporsi kasus terbesar, masing-masing 24 persen.
Data tersebut tercantum dalam Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan Covid-19 per 19 September 2026 atau minggu ke-37. Secara keseluruhan, proporsi spesimen positif influenza meningkat menjadi 46 persen, dari 35 persen pada pekan sebelumnya.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyebut peningkatan tersebut terlihat dari hasil pemeriksaan spesimen pada pekan terakhir.
“Proporsi spesimen positif influenza mencapai 46 persen. Angka itu meningkat dibandingkan pekan sebelumnya,” kata Aji Muhawarman, Selasa, 22 September 2026.
Meski mengalami peningkatan, Kemenkes masih mengategorikan aktivitas influenza di Indonesia dalam tingkat rendah dan masih sesuai dengan pola musiman.
Pada pekan ke-36, sebanyak 185 spesimen diperiksa dan 86 di antaranya terdeteksi positif influenza. Dari jumlah tersebut, 76 merupakan influenza A(H1N1)pdm09, delapan influenza A(H3N2), dan dua influenza B(Victoria).
Kemenkes juga mencatat sekitar 42 persen kasus influenza yang terdeteksi terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun. Pemeriksaan dilakukan melalui 13 Balai Besar/Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (B/BLKM), sembilan rumah sakit, serta Laboratorium Biologi Kesehatan.
Untuk H3N2 Subclade K, distribusinya tercatat di 13 provinsi. Jawa Timur dan Kalimantan Selatan masing-masing menyumbang 24 persen, disusul Jakarta sebesar 14,8 persen.
“Distribusi kasus H3N2 Subclade K didominasi oleh Jawa Timur (24 persen) dan Kalimantan Selatan (24 persen), diikuti Jakarta (14,8 persen),” kata Aji.
Istilah “Super Flu” yang beredar di publik merujuk pada influenza A(H3N2) Subclade K. Varian tersebut bukan virus influenza baru, melainkan bagian dari influenza A(H3N2) yang mengalami perubahan atau mutasi.
