Samarinda, Infosatu.co – Dua kartu merah mewarnai babak pertama Borneo FC Samarinda kontra Bali United di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu, 20 September 2026.
Borneo FC dan Bali United harus bermain dengan 10 orang setelah Muhammad Rifad Marasabessy dan R Arjuna diganjar kartu merah dalam insiden benturan.
Borneo FC tampil menekan sejak awal pertandingan. Mengenakan jersey oren-oren, Pesut Etam langsung menerapkan high pressing ke lini pertahanan Bali United yang tampil dengan jersey putih-putih.
Tekanan tersebut menghasilkan dua tembakan tepat sasaran dalam 10 menit pertama ke gawang Bali United yang dikawal Mike Hauptmeijer. Namun, belum ada yang berbuah gol.
Borneo FC harus melakukan pergantian pemain pada menit ke-20 setelah Komang Teguh mengalami masalah pada bagian hamstring. Ia kemudian digantikan Rifad Marasabessy.
Memasuki menit ke-30, Borneo FC masih terus mencari celah di pertahanan Bali United. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi belum mampu mengubah papan skor.
Bali United kemudian mendapat dua kartu kuning dalam rentang waktu tiga menit. T. Receveur menerima kartu kuning pada menit ke-32, disusul B. Wilson pada menit ke-35.
Situasi pertandingan kemudian memanas. Pemain Borneo FC yang baru masuk, Muhammad Rifad Marasabessy, terlibat kontak fisik dengan R Arjuna dari Bali United.
Wasit kemudian mengeluarkan kartu merah untuk kedua pemain tersebut. Borneo FC dan Bali United pun sama-sama harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
