infosatu.co
Lifestyle

6 Kebiasaan yang Bikin Otak Tak Mudah Lelah Saat Belajar Menurut Ninda Fer

Teks: Enam kebiasaan sederhana yang menguat otak 'ketagihan' belajar menurut Ninda Fer. (Dok: Youtube NindaaFer)

Samarinda, Infosatu.co – Belajar dalam waktu lama tidak selalu berarti materi yang dipelajari akan lebih banyak terserap. Rasa bosan, sulit berkonsentrasi hingga keinginan untuk membuka media sosial kerap muncul ketika seseorang mulai belajar.

Kebiasaan scrolling di media sosial yang membuat seseorang betah berlama-lama di depan layar ternyata dapat menjadi gambaran untuk membangun kebiasaan belajar. Kreator konten Ninda Fer membagikan sejumlah cara untuk membuat otak lebih terbiasa menikmati proses belajar.

Dalam videonya yang membahas enam kebiasaan agar otak “ketagihan” belajar, Ninda menjelaskan pentingnya mengatur stimulasi yang diterima otak dan membangun lingkungan yang mendukung proses belajar.

Berikut enam kebiasaan yang dibagikan Ninda Fer:

1. Mulai hari tanpa stimulasi instan

Kebiasaan pertama adalah tidak langsung mencari stimulasi instan setelah bangun tidur, seperti membuka media sosial dan scrolling.

Ninda menyarankan penggunaan teknik Pomodoro untuk menjaga fokus. Metode ini dilakukan dengan belajar selama 25 menit, kemudian beristirahat selama lima menit tanpa menggunakan layar.

Dengan membatasi stimulasi instan di awal hari, waktu belajar diharapkan tidak terasa terlalu berat untuk dimulai.

2. Tentukan alasan belajar yang spesifik

Belajar juga perlu memiliki alasan yang jelas dan konkret. Menurut Ninda, seseorang perlu menemukan alasan yang benar-benar berasal dari dalam diri, bukan sekadar alasan umum seperti ingin menjadi pintar atau mendapat nilai bagus.

Alasan yang lebih spesifik dapat membantu seseorang mengetahui tujuan yang ingin dicapai sehingga proses belajar terasa lebih terarah.

3. Ubah lingkungan belajar

Lingkungan turut menentukan kemampuan seseorang dalam mempertahankan konsentrasi. Ninda menyarankan membuat tempat khusus untuk belajar dan menjauhkannya dari berbagai gangguan.

Salah satunya dengan menempatkan ponsel di luar jangkauan selama belajar. Dengan begitu, godaan untuk berhenti belajar dan kembali scrolling dapat dikurangi.

4. Ciptakan kompetisi yang sehat

Belajar bersama orang lain juga dapat menjadi cara untuk meningkatkan motivasi. Ninda menyarankan mencari rekan belajar atau kompetitor yang memiliki kemampuan relatif setara.

Persaingan yang sehat dapat memberikan dorongan untuk meningkatkan performa, sehingga seseorang tidak hanya bergantung pada motivasi dari dalam diri sendiri.

5. Jangan hanya membaca ulang materi

Membaca materi berulang kali belum tentu membuat seseorang benar-benar mengingatnya. Ninda menyarankan metode retrieval, spacing, dan elaboration.

Retrieval dilakukan dengan mencoba menjawab pertanyaan atau soal tanpa melihat materi. Sementara spacing berarti memberikan jeda dalam proses belajar, sedangkan elaboration dilakukan dengan menjelaskan kembali materi menggunakan bahasa sendiri.

Cara tersebut membuat seseorang tidak hanya mengenali materi yang pernah dibaca, tetapi juga berusaha mengingat dan memahaminya kembali.

6. Catat perkembangan belajar

Kebiasaan terakhir adalah mencatat progres. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah habit tracker untuk melihat konsistensi belajar dari hari ke hari.

Catatan perkembangan tersebut membantu seseorang melihat kemajuan kecil yang sudah dicapai. Kemajuan itu kemudian dapat menjadi dorongan untuk mempertahankan kebiasaan belajar.

Enam kebiasaan tersebut pada akhirnya menekankan jika membangun kebiasaan belajar tidak hanya bergantung pada motivasi. Pengaturan lingkungan, cara belajar, tujuan yang jelas hingga pencatatan progres dapat menjadi bagian dari upaya membuat aktivitas belajar lebih mudah dipertahankan.

Related posts

Burger Enak tapi Jangan Terlalu Sering, Ini yang Perlu Diwaspadai

Emmy Haryanti

Lychee Tea Less Sugar Tetap Manis, Benarkah Lebih Aman Dikonsumsi?

Emmy Haryanti

Jangan Asal Minum Matcha, Kandungan Kafeinnya Tetap Perlu Diperhatikan

Emmy Haryanti