Samarinda, Infosatu.co – SDN 007 Samarinda Ulu menjadikan penerbitan buku sebagai salah satu program strategis untuk membangun budaya literasi di lingkungan sekolah. Dalam empat tahun terakhir, sekolah tersebut mencatat puluhan karya yang diluncurkan melalui program literasi yang melibatkan guru dan siswa.

Kepala SDN 007 Samarinda Ulu Sri Mulyati menyampaikan penerbitan buku telah menjadi agenda rutin sekolah sejak dirinya ditugaskan pada 2023. Program tersebut dijalankan sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi dan numerasi warga sekolah.
“Di sekolah kami, kami mem-branding sekolah kami sebagai sekolah pusat literasi. Sejak saya ditugaskan di sini di 2023, saya berkomitmen, literasi adalah merupakan suatu hal yang harus kita gerakkan,” kata Sri kepada awak media, Senin, 7 September 2026.
Ia menyebut pada 2023 sekolah menerbitkan 18 buku. Tahun 2024 bertambah 12 buku, 8 buku pada 2025, dan kembali 8 buku pada 2026.
Dengan catatan tersebut, Sri menyebut penerbitan buku terus dilakukan setiap tahun dengan melibatkan guru dan siswa. Ia mengatakan dirinya juga terlibat langsung sebagai penulis, editor, sekaligus fasilitator dalam program tersebut.
“Setiap tahun, program strategis kami itu adalah launching buku. Setiap tahun itu menjadi agenda rutin. Kami terus-menerus mengajak guru, murid, dan tentunya saya terlebih dahulu yang harus memulai,” ujarnya.
Selain penerbitan buku, program literasi sekolah dikembangkan melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan berbagai inovasi lain. Perpustakaan sekolah juga telah memperoleh akreditasi nasional.
Sri mengatakan Perpustakaan Cahaya Ilmu milik sekolah tersebut juga pernah meraih juara pertama tingkat Kota Samarinda dan juara keempat tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Pengembangan literasi kemudian diperluas ke platform digital melalui aplikasi SIP 007 yang dapat diunduh melalui Play Store. Aplikasi tersebut memuat sejumlah fitur, termasuk visi dan misi sekolah, absensi siswa, serta perpustakaan digital.
“Yang paling mendukung program pemerintah digital education adalah digital library. Jadi e-book, tulisan kami terutama, semuanya kami pajang di digital library tersebut,” katanya.
Sekolah juga mengembangkan sistem pencatatan aktivitas kunjungan perpustakaan menggunakan kode QR. Siswa yang masuk ke perpustakaan dipindai oleh pustakawan, kemudian kembali dipindai saat meninggalkan perpustakaan.
Data tersebut digunakan untuk mencatat aktivitas kunjungan siswa dan menjadi bagian dari upaya sekolah mengukur tingkat literasi warga sekolah.
“Ketika anak-anak berkunjung ke perpustakaan, dipindai oleh pustakawan yang masuk. Mereka membaca, ketika mereka keluar dipindai kembali. Data dari anak yang kunjungan ke perpustakaan itu akan masuk secara langsung ke spreadsheet,” jelas Sri.
Menurutnya, inovasi tersebut masih terus dikembangkan. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah peningkatan fitur aplikasi Sistem Informasi Pendidikan (SIP) 007 dengan dukungan teknologi kecerdasan artifisial atau AI, khususnya untuk menyediakan konten edukasi bagi siswa.
Sri berharap pengembangan aplikasi tersebut dapat difasilitasi Diskominfo Samarinda sehingga inovasi yang dibangun SDN 007 Samarinda Ulu tidak hanya digunakan di sekolahnya.
Ia mengatakan rencana tersebut muncul setelah dirinya mempresentasikan SIP 007 dalam pertemuan dengan pihak pemerintah kota. Saat ini, pihak sekolah tengah menyiapkan bahan presentasi mengenai fitur dan manfaat aplikasi tersebut untuk disampaikan kepada Diskominfo Samarinda.
“Harapan saya itu pengennya di-upgrade. Mudah-mudahan nanti dari Diskominfo bisa memfasilitasi kami mengembangkan inovasi kami ini tanpa berbayar,” pungkasnya.
