infosatu.co
PEMERINTAH

Ismed Bicara Warisan Kinerja: Pemimpin Boleh Berganti, Kerja Organisasi Harus Terus Berkembang

Teks: Kepala Dinkes Samarinda Ismed Kusasih. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Penghargaan yang diraih jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda dinilai bukan sekadar pencapaian individu, tetapi menjadi gambaran bahwa sebuah organisasi mampu bekerja secara kolektif dan tetap berkembang meski terjadi pergantian kepemimpinan.

Kepala Dinkes Samarinda Ismed Kusasih mengatakan penghargaan yang diterimanya merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar Dinkes, mulai dari jajaran dinas hingga unit pelayanan kesehatan.

Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak boleh bergantung pada satu sosok pemimpin. Karena itu, ia ingin setiap capaian yang diraih dapat menjadi bagian dari legacy yang membuat institusi tetap berjalan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pemimpin boleh berganti, tapi kita meninggalkan legacy bahwa institusi atau organisasi itu tetap berjalan seperti yang seharusnya,” kata Ismed belum lama ini.

Ia mengatakan Dinkes Samarinda memiliki jaringan pelayanan yang cukup besar, terdiri atas 26 puskesmas, 1 rumah sakit, serta 1 Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Menurut Ismed, berbagai penghargaan yang diterima unit-unit tersebut menunjukkan adanya kerja bersama dalam membangun kinerja organisasi. Labkesda Samarinda, misalnya, disebut pernah meraih penghargaan sebagai Labkesda terbaik tingkat nasional.

Selain itu, Samarinda juga masuk dalam 10 besar kota dengan inovasi penanganan stunting. Penataan jabatan fungsional di lingkungan Dinkes juga disebut meraih penghargaan dari kementerian.

“Penghargaan-penghargaan itu merupakan cerminan bahwa kerja itu tidak bisa dikerjakan oleh pemimpin saja. Jadi semua bekerja sama,” ujarnya.

Ismed menilai capaian tersebut seharusnya tidak membuat jajaran Dinkes berhenti berinovasi. Sebaliknya, penghargaan harus menjadi motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja organisasi.

Ia berharap sistem kerja yang sudah dibangun dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Samarinda, terlepas dari siapa yang nantinya memimpin organisasi tersebut.

“Bagi saya ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya seberapa banyak penghargaan yang diraih, tetapi seberapa kuat sistem dan budaya kerja yang ditinggalkan sehingga dapat terus berkembang dari waktu ke waktu,” pungkasnya.

Related posts

Samarinda Terus Cari Solusi, Dongkrak PAD Tanpa Bebani Masyarakat

Emmy Haryanti

Akses Sanitasi Aman Samarinda Baru 13,52 Persen, Pemkot Siapkan Kampung Percontohan

Emmy Haryanti

Kaltim Kembali Salurkan 52,4 Ton Beras untuk Mahulu yang Dilanda Kekeringan

Rizki