infosatu.co
EKONOMI

BUMD Kaltim Agresif Cari Peluang Bisnis, Kejar Tambahan PAD

Teks: Foto bersama usai penandatanganan MoU di Jakarta. (ist)

Samarinda, Infosatu.co — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kalimantan Timur (Kaltim) didorong tidak hanya menjalankan fungsi perusahaan, tetapi lebih agresif membuka peluang bisnis untuk meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Perusahaan Daerah (Perusda) Bara Kaltim Sejahtera (BKS) dan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Jakarta, Kamis 20 Agustus 2026 lalu.

Direktur Perusda BKS sekaligus Ketua Forum BUMD Kaltim Nidya Listiyono mengatakan kerja sama dengan PKT menjadi salah satu langkah awal untuk memperluas kolaborasi antara BUMD dengan perusahaan BUMN maupun swasta.

“Pesan Pak Gubernur yaitu semua BUMD Kaltim untuk segera berakselerasi dan membuka peluang-peluang bisnis yang ada. Ke depan bisa berkontribusi positif terhadap pembangunan dan PAD Kaltim,” ungkap Tiyo melalui via telepon, Senin 24 Agustus 2026.

Menurutnya, kerja sama BKS dengan PKT tidak berhenti pada penandatanganan MoU. Dalam waktu dekat, kedua pihak akan menjajaki sejumlah bentuk kerja sama yang dinilai memiliki potensi bisnis dan dapat memberikan manfaat bagi daerah.

Tiyo menilai dukungan pemerintah provinsi menjadi faktor penting dalam membuka akses BUMD untuk membangun kemitraan dengan berbagai perusahaan.

Ia mengapresiasi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang turut hadir dalam agenda tersebut, sekaligus mendorong terbukanya ruang kolaborasi antara BUMD, BUMN dan perusahaan swasta.

“Kami berharap sinergitas pemerintah, BUMD, BUMN, dan perusahaan swasta lainnya yang ada di Kaltim bisa terus dibuka dan dilaksanakan. Tujuannya tentu dalam rangka menambah pendapatan asli daerah untuk mendukung pembangunan di Kaltim,” terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, BKS dan PKT juga membahas peluang kerja sama yang dapat segera ditindaklanjuti. Nidya menyebut langkah tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi BUMD lainnya di Kaltim untuk melakukan hal serupa.

Sebagai Ketua Forum BUMD Kaltim, ia mengaku akan terus mendorong perusahaan daerah agar tidak pasif dalam mencari peluang usaha.

“BUMD-BUMD lain juga akan segera menyusul. Kami berharap seluruh BUMD bisa membuka kerja sama dan berbisnis untuk mendapatkan profit yang pada akhirnya memberikan kontribusi bagi Kaltim,” tuturnya.

Penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri Direktur Utama PKT Rafli Yandra, jajaran komisaris PKT, termasuk Haris dan Azis Samual. Dari BKS, Nidya hadir bersama Direktur Operasional Adi Agustia Warman.

Nidya menambahkan, dukungan Pemprov Kaltim terhadap kerja sama BUMD dengan perusahaan lain perlu terus diperkuat. Menurutnya, sinergi tersebut dapat menjadi salah satu strategi agar BUMD semakin produktif sekaligus mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Pak Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada manajemen PKT yang sudah membuka peluang seluas-luasnya kepada BUMD Kaltim, terutama PT BKS. Pemprov juga akan mendukung kegiatan PKT dan perusahaan lainnya yang akan bekerja sama dengan BUMD,” pungkasnya.

Related posts

Intrusi Air Laut Ancam Sumber Air Baku, Perumda Tirta Kencana Siapkan Penyesuaian Produksi

Emmy Haryanti

Lima Hub Logistik Diusulkan untuk Atasi Distribusi Pangan Kaltim

Emmy Haryanti

IKN Bisa Jadi Katalisator atau Beban bagi Ketahanan Pangan Kaltim?

Emmy Haryanti