infosatu.co
PEMERINTAH

Disdag Samarinda Angkat Bicara soal Video Perseteruan Sekuriti dan Media Saat Peliputan di Pasar Pagi

Teks: Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani. (Dok: Infosatu.co)

Samarinda, Infosatu.co – Perseteruan antara petugas sekuriti dan seorang perempuan yang disebut berasal dari salah satu media di Samarinda di kawasan Pasar Pagi viral di media sosial pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Teks: Bangunan Pasar Pagi Samarinda. (Dok: Infosatu.co)

Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda kini menyiapkan pertemuan kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Kepala Disdag Samarinda Nurrahmani mengatakan dirinya telah melihat video yang beredar. Namun, ia memilih tidak langsung menyimpulkan pihak mana yang berada di posisi benar sebelum mendengar keterangan dari kedua belah pihak.

“Saya tidak bisa menyalahkan siapa pun, karena kondisi ini kan berlangsung di lapangan. Jadi rencana saya, tadi saya sudah ngobrol juga dengan yang pihak media, sebaiknya kita bertemu untuk mendudukkan persoalannya,” kata Nurrahmani, Selasa kemarin.

Menurutnya, pertemuan tersebut diperlukan karena terdapat kemungkinan perbedaan pemahaman mengenai standar operasional prosedur (SOP) antara pengelola Pasar Pagi dan pihak media.

“Karena bisa jadi ada SOP kami, ada SOP juga dari pihak media yang belum ketemu. Karena kita tidak pernah membicarakan tentang SOP masing-masing itu untuk menyinkronkan. Tapi kalau kita sudah ketemu nanti insyaallah pasti ada solusinya dan bisa ke depannya jauh lebih baik lagi,” ujarnya.

Nurrahmani menegaskan, tidak ada larangan bagi media untuk melakukan peliputan di Pasar Pagi.

“Kalau untuk pelarangan peliputan itu enggak ada,” tegasnya.

Ia menjelaskan, yang diminta kepada wartawan bukanlah izin formal untuk melakukan peliputan, melainkan komunikasi terlebih dahulu dengan pengelola Pasar Pagi.

“Dibuka ruang sebenarnya, asal izin. Bukan izinnya itu bukan dalam arti izin yang secara seperti formal tertulis, tapi berkomunikasi dengan pengelola,” jelasnya.

Menurutnya, komunikasi diperlukan agar pengelola mengetahui kegiatan yang dilakukan di kawasan pasar, termasuk lokasi yang hendak digunakan untuk peliputan. Hal itu juga berkaitan dengan kondisi sejumlah area yang masih memiliki pembatasan akses.

Salah satunya area rooftop yang saat ini masih dalam proses perbaikan pagar.

“Kalau ada wartawan, belum bisa membuka itu karena sedang diperbaiki pagarnya. Jadi kalau ada wartawan, mohon maaf kami belum bisa. Seperti itu yang memang kami kondisikan supaya jangan terjadi miskomunikasi di lapangan,” katanya.

Nurrahmani menyebut pihaknya selama ini juga menerapkan pola komunikasi serupa dengan media lain.

Ia mencontohkan ketika ada media yang hendak melakukan peliputan di area tertentu, pengelola di lokasi akan diberi informasi terlebih dahulu.

“Biasanya kalau ada media ke saya, ‘tolong ya lapor ke pengelola di sana’. Misalnya orang meliput mau naik ke atas lantai, atas yang rooftop, itu kan kami sudah ada SOP-nya bahwa sekarang ini belum bisa dibuka dulu karena masih diperbaiki pagarnya,” ujarnya.

Terkait petugas keamanan yang terlibat dalam perseteruan tersebut, Nurrahmani mengatakan pihaknya belum mengambil langkah berupa sanksi. Sebab, pengamanan di Pasar Pagi dikelola oleh pihak ketiga yang memiliki manajemen dan SOP sendiri.

“Keamanan itu kan bukan di kami, tapi itu adalah pihak ketiga. Pihak ketiga, manajemen mereka punya langsung di sana, tentu saja ada SOP,” katanya.

Ia mengaku telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut melalui grup internal. Namun, Nurrahmani tetap ingin mendengar keterangan langsung dari pihak media sebelum mengambil kesimpulan.

“Sejauh ini sudah komunikasi dengan oknum sekuriti, karena kami punya grup. Ada laporan di dalam, tapi seperti saya sampaikan tadi, saya tidak mau mendengar salah satu pihak,” ujarnya.

Karena itu, Disdag Samarinda akan mempertemukan pihak media dan pengelola Pasar Pagi untuk membahas persoalan tersebut sekaligus menyelaraskan SOP peliputan.

Nurrahmani berharap pertemuan tersebut dapat mencegah terulangnya kesalahpahaman antara wartawan, pengelola, maupun petugas keamanan di lapangan.

“Makanya saya mencoba nanti berkomunikasi dengan pihak media supaya kita duduk bersama. SOP kita saja harus kita sinkronkan. Siapa tahu dari pihak media juga ada SOP sendiri, kami juga ada SOP sendiri. Jadi kita bertemu untuk saling berkomunikasi, ke depannya kan tidak ada miskomunikasi lagi,” pungkasnya.

Related posts

Dispar Kaltim Siapkan 6 Agenda HUT RI, dari Susur Sungai hingga Mahakam Mask Carnival

Rizki

Sungai Mahakam Surut, Pemprov Kaltim Siapkan Bantuan Pangan dan Alat Berat ke Long Apari

Rizki

Teras Samarinda Tahap II Bakal Beroperasi September

Emmy Haryanti