Samarinda, Infosatu.co – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat rintisan Kota Samarinda baru akan dimulai pada akhir Juli 2026.
Jadwal tersebut berbeda dengan sekolah umum yang telah lebih dulu melaksanakan MPLS pada 13-17 Juli karena kampus terpadu di Kecamatan Palaran masih dalam tahap penyelesaian.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Muhammad Novan Syahronny Pasie mengatakan perbedaan jadwal tersebut tidak terlepas dari konsep Sekolah Rakyat yang mengusung sistem pendidikan berasrama.
Karena itu, seluruh fasilitas penunjang harus dipastikan siap sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Kalau bicara Sekolah Rakyat memang ada perbedaan. Kurikulumnya tetap mengacu pada sistem pendidikan nasional, tetapi kendalanya ada pada kesiapan fasilitas karena mereka memiliki asrama dan berbagai sarana pendukung. Pembangunannya belum selesai sehingga otomatis pelaksanaan MPLS ikut tertunda,” ujarnya, Senin, 20 Juli 2026.
Menurut Novan, penyesuaian jadwal tidak akan memengaruhi pelaksanaan pembelajaran. Seluruh aktivitas pendidikan tetap akan berjalan setelah fasilitas dasar dinyatakan siap digunakan.
Ia menambahkan, Komisi IV DPRD Samarinda juga belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi karena masih menunggu pembangunan kampus selesai dan operasional sekolah dimulai secara menyeluruh.
“Kami juga ingin melihat bagaimana implementasinya nanti, termasuk sebaran peserta didik yang diterima. Jadi kami akan melakukan peninjauan pada tahapan berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda Mochammad Arif Surochman memastikan seluruh Sekolah Rakyat rintisan akan dipusatkan di Kampus Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kecamatan Palaran.
“Semua sekolah rintisan dipindahkan ke Palaran. Di akhir bulan ini sudah mulai MPLS di gedung yang baru,” ujarnya.
Arif menjelaskan, kegiatan MPLS dijadwalkan dimulai pada 30 Juli 2026, bertepatan dengan mulai difungsikannya kompleks pendidikan tersebut.
Sebanyak 270 siswa telah dinyatakan diterima sebagai angkatan pertama, sementara proses penyelesaian pembangunan fisik masih menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Bangunannya sudah hampir selesai. Kami optimistis akhir bulan ini bisa digunakan sehingga MPLS dapat dimulai sesuai jadwal,” pungkasnya.
