Samarinda, Infosatu.co – Pemenuhan hak anak di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai harus menjadi komitmen bersama, bukan sekadar agenda tahunan. Anak-anak perlu dipastikan tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mereka melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim Syarifah Alawiyah atau yang akrab disapa Yuyun mengatakan, Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak agar terus mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak dalam setiap kebijakan maupun kegiatan.
“Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memastikan anak-anak memperoleh haknya, tumbuh dalam lingkungan yang aman, serta mendapat kesempatan berkembang secara optimal. Seluruh rangkaian kegiatan yang kita laksanakan harus benar-benar berpihak kepada kepentingan terbaik bagi anak,” ujarnya dalam rapat persiapan HAN di Ruang Rapat Kartini DP3A Kaltim, Senin 20 Juli 2026.
Yuyun menegaskan, keberhasilan upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata.
Menurutnya, keterlibatan perangkat daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan berbagai mitra menjadi faktor penting agar program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, termasuk di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dengan saling membantu dan berkolaborasi, berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan dapat kita penuhi bersama. Yang terpenting, anak-anak tetap dapat merasakan Hari Anak Nasional yang bermakna, menyenangkan, dan memberikan pengalaman positif bagi mereka,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim akan menggelar peringatan Hari Anak Nasional tingkat provinsi pada Rabu, 29 Juli 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara bendera di halaman Kantor Gubernur Kaltim dan dilanjutkan perayaan di Gedung Ruhui Rahayu.
Peringatan HAN akan melibatkan anak-anak mulai jenjang PAUD hingga SMA melalui berbagai kegiatan, seperti pertunjukan seni, fashion show bertema pemenuhan hak anak, pengalaman menjadi penyiar televisi, reporter radio, fotografer, kegiatan mendongeng, hingga stan pelayanan publik dari berbagai instansi.
Yuyun berharap seluruh pihak dapat menjalankan peran yang telah disepakati agar peringatan HAN tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam memenuhi hak serta melindungi anak-anak di Kalimantan Timur.
“Mari kita sukseskan Hari Anak Nasional sebagai wujud kepedulian kita terhadap generasi penerus. Ketika kita melindungi dan memenuhi hak anak hari ini, sesungguhnya kita sedang membangun masa depan Kalimantan Timur dan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.
