infosatu.co
EKONOMI

Realisasi Investasi di Bontang Serap 939 Pekerja

Teks: DPMPTSP Bontang mencatat realisasi investasi pada Triwulan I 2026 berkontribusi terhadap penyerapan 939 tenaga kerja. (Istimewa)

Bontang, infosatu.co – Realisasi investasi di Kota Bontang sepanjang Triwulan I Tahun 2026 tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, investasi yang terealisasi pada periode Januari hingga Maret 2026 mampu menyerap sebanyak 939 tenaga kerja Indonesia (TKI) dari berbagai sektor usaha.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang Muhammad Aspiannur mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa investasi memiliki peran penting dalam menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap investasi yang masuk ke daerah diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui pembukaan lapangan pekerjaan.

“Setiap investasi yang masuk tentu diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, salah satunya melalui penciptaan lapangan pekerjaan. Data triwulan pertama menunjukkan investasi berhasil menyerap 939 tenaga kerja Indonesia,” ujarnya saat dihubungi, Jumat, 26 Juni 2026.

Dari total tenaga kerja yang terserap, sebanyak 920 orang berasal dari kegiatan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyerap 19 tenaga kerja.

Aspiannur menjelaskan, sektor industri masih menjadi salah satu kontributor utama dalam penciptaan lapangan kerja seiring tingginya nilai investasi yang masuk ke Kota Bontang.

Ia menilai keberadaan investasi sangat penting dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah karena tidak hanya menghasilkan nilai investasi, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Semakin banyak investasi yang masuk dan berkembang, maka peluang kerja yang tersedia juga akan semakin besar. Ini menjadi salah satu tujuan utama yang ingin dicapai melalui peningkatan investasi daerah,” katanya.

Untuk menjaga tren positif tersebut, DPMPTSP Bontang terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan pelayanan perizinan serta pendampingan kepada para pelaku usaha.

“Semoga tren investasi yang positif ini terus berlanjut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas, khususnya dalam hal kesempatan kerja,” pungkasnya.

Related posts

Daya Beli Melemah, Andi Harun Akui Pasar Tradisional Sepi dan Butuh Strategi Nyata

Ratu

Hetifah: Data Sensus Jadi “Kompas” Kaltim Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

Ratu

471 Ribu Usaha Terdata Awal, Sensus Ekonomi 2026 Bakal Jadi Penentu Arah Kebijakan Pembangunan

Ratu