Balikpapan, Infosatu.co – Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, peran sekolah didorong tidak lagi sebatas mencetak siswa berprestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kesadaran ekologis.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pendidikan harus bertransformasi dengan memasukkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. Menurutnya, sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan tanggung jawab sosial terhadap krisis lingkungan sejak usia dini.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi ruang membangun kecerdasan ekologis dan tanggung jawab sosial,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud pada acara Penanaman Mangrove dan Peluncuran Gerakan Sekolah ASRI pada Milad ke-109 Aisyiyah di SMA Negeri 8 Balikpapan, Jumat 5 Juni 2026.
Dorongan tersebut diwujudkan melalui Gerakan Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah), yang tidak sekadar berorientasi pada kebersihan fisik sekolah, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan hidup berkelanjutan. Program ini menargetkan lahirnya generasi yang terbiasa menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana, seperti mengurangi sampah plastik, menanam pohon, hingga menggunakan sumber daya secara bijak.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Abdul Mu’ti menilai pendekatan pendidikan berbasis lingkungan menjadi kebutuhan mendesak di tengah krisis global. Ia menekankan bahwa sekolah harus mulai mengintegrasikan isu perubahan iklim dan energi terbarukan dalam pola pembelajaran.
“Ini bukan hanya soal kegiatan simbolis, tetapi bagaimana pendidikan membangun budaya hidup ramah lingkungan,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. Ia menilai sekolah memiliki peran kunci dalam membentuk kebiasaan jangka panjang siswa. Menurutnya, praktik sederhana seperti merawat lingkungan dan menjaga kebersihan akan berdampak besar terhadap karakter generasi mendatang.
Dengan meningkatnya ancaman perubahan iklim, pendidikan dinilai menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam menciptakan perubahan perilaku masyarakat. Sekolah pun diharapkan mampu menjadi titik awal lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga siap menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.
