Bontang, Infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengukuhkan 10 kepala sekolah tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) bersamaan dengan pelantikan pejabat eselon IIB di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis, 21 Mei 2026.
Pengukuhan tersebut terdiri dari 9 kepala SD dan 1 kepala SMP di lingkungan Pemkot Bontang.
Adapun kepala sekolah yang dikukuhkan yakni Iswatun sebagai Kepala SDN 001 Bontang Selatan, Nur Khayatuti Kepala SDN 002 Bontang Utara, Adam Kepala SDN 003 Bontang Selatan, Yorinda Kadang Kepala SDN 004 Bontang Barat, Ahmad Fauzi Manshur Kepala SDN 005 Bontang Selatan, Maria Eka Wati Kepala SDN 007 Bontang Selatan, Romida Poncowati Kepala SDN 010 Bontang Selatan, Ahmad Fajar Shidiq Kepala SDIT 015 Bontang Selatan, Sugeng Sugiharto, serta Kustiami sebagai Kepala SMPN 7 Bontang.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang.
Menurutnya, dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari learning loss, degradasi moral di era digital, hingga perubahan kurikulum yang terus berkembang.
“Sekolah harus menjadi benteng moral sekaligus tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” ujarnya dihadapan kepala sekolah yang baru saja dikukuhkan.
Neni meminta para kepala sekolah mengedepankan jiwa pendidik yang tulus serta mampu menciptakan suasana belajar yang inovatif, efektif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Ia juga menekankan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan serta memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
“Kedepankan jiwa seorang guru yang tulus, jadikan sekolah berkepribadian unggul, dan bangun suasana belajar yang efektif serta menyenangkan,” katanya.
Selain itu, Neni turut mendorong penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda Kota Bontang.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus yang menentukan masa depan daerah. Karena itu pendidikan karakter harus diperkuat,” pungkasnya. (Adv)
