infosatu.co
KALTIM

Sebelum Aksi 215 Bahlil Bela Rudy, Gak Ada Itu Mundur

Teks: Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Menteri Bahlil Lahadalia. (Infosatu/Koko)

Samarinda, Infosatu.co – Hari ini, tepat 28 tahun lalu, ribuan mahasiswa berdemo menuntut Soeharto lengser dari kursi kepresidenan. Kala itu, 21 Mei 1998, Presiden Soeharto akhirnya menyerahkan kursi kekuasaannya kepada Wakil Presiden BJ Habibie. Aksi mahasiswa menuai hasil dan rakyat bergembira. Gerbang reformasi perlahan terbuka.

Di Kaltim, aksi serupa terjadi hari ini. Kursi Gubernur Rudy Mas’ud digoyang. Pendemo militan meneriakkan tuntutan agar Gubernur Rudy Mas’ud bertanggung jawab atas ‘dosa-dosa’ yang telah dilakukan. Mulai soal pengadaan mobil dinas Range Rover, rehab rumah jabatan Rp25 miliar, cuci pakaian Rp450 juta, kursi pijat Rp47 juta hingga serangan soal dinasti politik di Tim Ahli Gubernur.

Hingga aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim berlangsung Kamis siang, 21 Mei 2026 (Aksi 215), jumlah massa tak seramai demo sebelumnya (Aksi 214). Mereka kembali meminta Gubernur Rudy Mas’ud turun menemui mereka. Sementara Gubernur Rudy Mas’ud baru tiba dari Jakarta usai menghadiri Konvensi dan Pameran IPA Convex 2026 yang dibuka oleh Menteri Bahlil Lahadalia, Rabu 19 Mei 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan.

Menariknya, sehari sebelum demo jilid 2 hari ini, Gubernur Rudy Mas’ud justru mendapat suntikan moral dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menyampaikan sambutan pada acara IPA Convex yang dihadiri ratusan pelaku bisnis minyak dan gas di Indonesia dan negara sahabat. Bahlil sendiri adalah ‘bos’ Gubernur Rudy Mas’ud di Partai Golkar. Bahlil ketua umum DPP Partai Golkar, sementara Rudy Mas’ud ketua DPD Partai Golkar Kaltim.

“Berdiri Pak Rudy. Ini Gubernur Kalimantan Timur yang lagi viral. Pak Rudy, kalau kita jadi pejabat, gak viral itu gak top. Karena kita viral, maka kita top. Plus minus itu biasa, tinggal kita memitigasi dan menyiasati. Dengan kata lain harus kita olah-olah sedikit. Kira-kira begitu,” canda Bahlil disambut riuh hadirin.

“Gapapalah, kamu ketua Golkar kok, gak papa. Gak ada itu kita mundur-mundur,” sambung Bahlil.

Pernyataan Bahlil ini seolah menguatkan sikap Gubernur Rudy Mas’ud yang terlihat tenang menghadapi serangan soal tuntutan yang terus disuarakan mahasiswa melalui DPRD Kaltim.

Karang Paci sendiri belum memutuskan pasti kapan hak angket ini akan diparipurnakan, dilanjutkan atau tidak. DPRD sendiri sudah berinisiatif untuk bertanya ke Kementerian Dalam Negeri perihal hak angket dan pengawasan. Tapi apa hasilnya, belum diketahui.

Rudy sendiri hanya memberi jawaban singkat saat wartawan bertanya soal pernyataan Bahlil tadi.

“Oh, itu. Aman. Aman lah itu,” jawab Rudy sambil tersenyum kepada para wartawan.

Related posts

Diminta Mundur, Rudy Mas’ud Membalas : Kalau Sesak Napas, Jangan Langsung Jantungnya Dibedah

Emmy Haryanti

Resmikan Aspol dan Sapras Polda Kaltim, Kapolri Minta Pelayanan Kepolisian Lebih Optimal

Emmy Haryanti

Usung G100 dan Pesta Sekolah, Ikamba Kaltim Siapkan Rumah Bersama

Emmy Haryanti