Bontang, infosatu.co – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan keprihatinannya atas laporan warga terkait hilangnya sejumlah kayu penyangga pada akses jalan kayu ulin di Jalan Tuna RT 11, Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Kondisi tersebut menjadi sorotan setelah warga mengeluhkan jembatan mulai bergoyang saat dilintasi kendaraan. Dugaan sementara, beberapa kayu penyangga atau siku pada bagian bawah jembatan hilang akibat dicuri.
Menanggapi hal itu, Neni menilai fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah seharusnya dijaga bersama karena diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.
“Kalau memang dicuri, tentu ini sangat memprihatinkan. Itu dibangun untuk masyarakat, jadi harusnya dijaga dan dirawat bersama,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri Festival Nelayan Kampung Bawis di Berbas Pantai, Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur menggunakan anggaran daerah membutuhkan biaya besar sehingga masyarakat diharapkan ikut memiliki rasa tanggung jawab menjaga fasilitas yang sudah tersedia.
Ia menekankan pemerintah tidak hanya berupaya membangun fasilitas publik, tetapi juga berharap adanya partisipasi warga dalam merawat aset daerah agar tetap aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kita tidak sekadar membangun, tetapi juga berharap masyarakat membantu menjaga pembangunan yang sudah dilakukan pemerintah. Karena fasilitas itu dipakai bersama,” katanya.
Sebelumnya, video kondisi jembatan kayu ulin tersebut ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, warga memperlihatkan bagian bawah jembatan yang sebagian penyangganya disebut sudah tidak ada lagi.
Warga menduga hilangnya kayu penyangga membuat struktur jalan menjadi tidak stabil dan mulai bergoyang ketika dilalui kendaraan, khususnya sepeda motor.
Neni juga menyinggung perlunya pengawasan lingkungan diperkuat, terutama di kawasan yang dianggap rawan terhadap kehilangan fasilitas umum.
Menurutnya, keberadaan CCTV maupun pengawasan lingkungan di tingkat RT dapat membantu mencegah kejadian serupa terulang.
“Kalau memang ada dugaan pencurian, tentu harus dicari siapa pelakunya. Pengawasan lingkungan juga harus diperkuat supaya fasilitas umum seperti ini tidak rusak atau hilang,” tuturnya.
Pemerintah Kota Bontang, lanjut dia, akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi jembatan tetap aman digunakan masyarakat.
“Yang utama tentu keselamatan masyarakat. Jangan sampai fasilitas yang dibangun justru membahayakan warga karena ada bagian yang hilang atau rusak,” pungkasnya. (Adv)
